Perbaikan Kinerja DJBC Mulai Diakui Prabowo, Purbaya Batalkan Pembubaran Bea Cukai
Selasa, 21 Juli 2026 - 20:28 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, pihaknya bakal mempertahankan keberadaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), dan tidak akan membubarkannya sebagaimana yang sempat diultimatumkan kepada otoritas kepabeanan tersebut.
Baca Juga
Sebab, Purbaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sendiri mengaku telah melihat adanya perbaikan di DJBC, sehingga Ditjen tersebut dinilai harus lebih meningkatkan lagi kinerjanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan di Bea Cukai. Jadi kalau dulu dia (Prabowo) bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet, Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Baca Juga
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
- [Mohammad Yudha Prasetya]
"Dan itu adalah sinyal yang clear bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai, yang diakui oleh pimpinan kita. Jadi kemungkinannya si Bea Cukai akan tetap bertahan," ujarnya.
Baca Juga
Perbaikan kinerja DJBC ini kata Purbaya adalah hasil dari adanya perombakan di jajaran pimpinan, dimana menurutnya saat ini level pimpinannya sudah diisi oleh orang-orang yang baik.
Hal itu diklaim sudah mampu meningkatkan penerimaan Bea Cukai hingga sekitar 7 persen, sekaligus memangkas peredaran barang selundupan di pasar.
"Terus Bea Cukai aktif melakukan penangkapan-penangkapan terhadap peredaran rokok ilegal sekarang banyak sekali itu," ujarnya.
Diketahui, pada Januari 2026 lalu Purbaya sempat menyampaikan bahwa pihaknya bakal melakukan perombakan besar-besaran di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), sebagai upaya untuk menekan celah-celah kebocoran penerimaan negara.
"Sebentar lagi Bea Cukai dan Pajak akan saya obrak-abrik. Jadi kita mesti kerjakan lebih baik lagi dalam pengumpulan pajak," kata Purbaya di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
Dia mengakui bahwa sebenarnya perombakan besar-besaran ini sudah ingin dilakukannya sejak tahun lalu. Namun, hal itu belum bisa terlaksana karena saat itu dirinya baru menjabat sebagai Menkeu pada September 2025.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Tahun lalu saya baru masuk September, kalau obrak-abrik bulan itu kan kita kacau karena masih di tahap akhir dari pengumpulan pajak," ujarnya.
"Tapi saya yakin, dengan perbaikan orang-orang pajak dan Bea Cukai nanti ke depan tax ratio kita akan meningkat dengan signifikan," kata Purbaya.
Halaman Selanjutnya
Dia menambahkan, pembenahan Bea Cukai dan pajak merupakan ancaman serius. Purbaya bahkan mengungkapkan opsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan digantikan oleh Societe Generale de Surveillance (SGS).