Perbaikan permanen jalanan Sungai Lulut Banjarmasin ancam warga kehilangan pendapatan - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarmasin (ANTARA) - Perbaikan secara permanen jalanan Sungai Lulut, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), yang longsor pekan lalu bisa mengancam banyak warga masyarakat kehilangan pendapatan.
"Kalau kita lakukan perbaikan permanen jalanan Sungai Lulut yang longsor itu, jalannya harus ditutup lebih kurang sembilan bulan" ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel M. Yasin Toyib ketika dikonfirmasi, Selasa sore.
Yasin mengemukakan itu usai rapat bersama Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalsel menjawab wartawan/anggota press room lembaga legislatif provinsi setempat.
Pasalnya, lanjut mantan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalsel itu, dengan penutupan jalan tersebut nantinya masyarakat lintas Sungai Lulut tidak bisa berjualan selama perbaikan.
Baca juga: Jalan Veteran Banjarmasin amblas 50 meter di tepi Sungai Martapura
"Memang perbaikan jalan longsor Sungai Lulut tersebut harus permanen. Tapi masalahnya, mungkinkah," ucap Yasin didampingi beberapa orang staf pada Dinas PUPR Kalsel.
Oleh sebab itu, mulai sekarang sampai Desember 2026 perlu sosialisasi agar warga masyarakat bisa menerima, sembari berupaya mencari solusi terbaik, tambah Yasin.
Jalan Sungai Lulut yang longsor itu ruas Jalan Martapura Lama berada di pinggir Sungai Martapura dan yang ada sejak masa Hindia Belanda menghubungkan Banjarmasin dengan Martapura, ibukota Kabupaten Banjar.
Terkait anggaran PUPR Kalsel tahun 2027, dia mengakui, akan mengalami penurunan lebih kurang Rp800 miliar bila dibandingkan dengan 2026.
"Yah. Apa boleh buat, karena memang ada pengurangan. Tapi yang merupakan visi misi Pak Gubernur serta ke-PU-an yang betul-betul urgen tetap jalan," demikian M Yasin Toyib.
Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.