kingsheadwye.com

Perhutani: Area terdampak karhutla Butak dan Kawinajang sekitar 700 ha - ANTARA News Jawa Timur

Malang Raya (ANTARA) - Perum Perhutani memperkirakan luas area terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Butak dan Kawinajang sekitar 700 hektare (ha).

Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang Kelik Djatmiko saat dihubungi ANTARA dari Kota Malang, Jawa Timur, Senin, menjelaskan titik kebakaran berada di lereng sebelah barat Gunung Butak, sedangkan untuk Gunung Kawinajang titik api terletak di lereng sisi timur.

"Gunung Butak dan Kawinajang itu letaknya bersebelahan, keduanya merupakan lokasi yang terbakar dan hitungan sementara ini total luas (terdampak kebakaran), mulai Sabtu (12/9), Minggu (13/9), sampai hari ini kurang lebih 700an hektare," kata Kelik.

Ia menyampaikan, area terdampak kebakaran yang kini tercatat sekitar 700 hektare itu meningkat ketimbang saat Jumat (11/9) yang kurang lebih 470an hektare.

Dia menyebut, meluasnya area kebakaran dipengaruhi angin kencang yang menghambat upaya pemadaman, khususnya dari sisi udara menggunakan helikopter water bombing atau pengebom air.

"Titik api ada di lereng Gunung Butak mengarah ke selatan sampai sabana sudah terbakar, kemudian Gunung Bundar terbakar. Kemudian yang arah Kawinajang titik api satunya juga mengarah ke wilayah perbatasan Kabupaten Blitar," ucanya.

Khusus hari ini, lanjutnya, pelaksanaan water bombing hanya bisa berjalan tiga kali.

Faktor cuaca dan medan disebutnya turut berdampak pada penanganan kejadian oleh tim gabungan dari sisi darat yang berjalan tak maksimal.

Situasi di lokasi kebakaran dinilai cukup berisiko pada keselamatan tim pemadam.

Kelik menyampaikan, untuk sementara waktu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan terus memantau perkembangan di setiap lokasi kejadian dan membuat sekat bakar di lokasi yang dinilai memungkinkan dijangkau petugas sehingga tak sampai ada perambatan api ke lokasi lain.

"Sebenarnya lokasi tersebut vegetasinya masih banyak yang hijau tetapi karena embusan angin yang besar sehingga api walaupun vegetasi masih hijau atau segar tetap terbakar," ujar dia.

Oleh karena itu, Kelik menyatakan, masih belum memastikan kapan pemadaman api menggunakan helikopter pengebom air akan kembali dilakukan.

Pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur untuk pelaksanaan lanjutan.

"Semoga besok ada pelaksanaan water bombing lagi di area Butak dan Kawinajang," tuturnya.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.