kingsheadwye.com

Peringati Milad ke-24, BSMI Beri Apresiasi untuk Dua Jurnalis Republika yang Pernah Ditangkap Israel |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dua jurnalis Republika yang sempat ditangkap tentara zionis Israel, Bambang Noroyono (Abeng) dan Thoudy Badai, saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla mendapat apresiasi dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI). Apresiasi tersebut diberikan dalam acara Milad ke-24 BSMI di Jakarta, Ahad(12/7/2026).

Dalam sesi sharing kemanusiaan, Abeng dan Thoudy berharap narasi perjuangan untuk kemerdekaan Palestina terus bergema. Mereka yakin jika Palestina sudah menjadi isu kemanusiaan yang mendapat perhatian masyarakat dunia terlepas dari paham ideologi, agama, dan bangsa. "Jangan berhenti sampai Palestina merdeka,"kata Abeng.

Dalam acara tersebut, Duta Besar Palestina untuk RI Abdul Fatah A.K. Al- Sattiri juga memberi penghormatan kepada seluruh pegiat kemanusiaan yang tidak berhenti mendukung kemerdekaan Palestina, termasuk para aktivis dari Global Sumud Flotilla. Dubes Abdul Fatah mengungkapkan, Abeng, Thoudy  dan para aktivis lainnya mengetahui jika mereka akan ditangkap Israel saat berlayar dalam konvoi kemanusiaan.

Meski demikian, mereka tetap menjalani misi tersebut dengan segela risikonya."Mereka mungkin tak sampai ke Palestina (Gaza) tetapi perjuangan mereka sampai di hati kami,"kata dia. 

Ketua Majelis Pertimbangan Anggota BSMI Prof Dr dr Basuki Supartono SpOT menegaskan, program-program BSMI membuktikan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas negara, wilayah dan bahasa. Untuk itu, Basuki mengungkapkan, BSMI selalu mendukung misi kemanusiaan untuk Palestina. "Dukungan terhadap rakyat Palestina merupakan kewajiban. Ketika hak hidup, dan martabat manusia dirampas, maka wajiblah kitalah membantu,"kata Basuki. 

Lebih lanjut, Basuki menegaskan, milad ke-24 merupakan momentum penting dalam perjalanan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI). Dia berkisah, dua puluh empat tahun lalu atau pada 2002, tidak lama berselang dari gerakan reformasi tahun 1998, para relawan kemanusiaan dari berbagai daerah mendeklarasikan BSMI di masjid Al Azhar, Jakarta.

Basuki mengatakan, pada saat kelahirannya, BSMI tidak memiliki banyak sumber daya. Meski demikian, semangat dan keyakinan relawan dan pengurus mengantarkan organisasi ini berkembang.

"BSMI tumbuh sebagai organisasi sosial kemanusiaan yang melayani kemanusiaan tanpa membedakan agama, suku, ras, golongan, dan latar belakang. Alhamdulillah, atas pertolongan Allah SWT dan dedikasi ribuan pengurus, anggota, dan relawan di seluruh Indonesia, BSMI berkembang di berbagai provinsi, kabupaten, dan kota. Mengisi ruang kosong dan celah kemanusiaan yang perlu diisi. Menjadi sahabat buat semua,"kata dia.