Personel Gabungan Padamkan Sebagian Titik Api di Gunung Ciremai, KDM Turun Langsung ke Lokasi
Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:53 WIB
Jakarta, VIVA – Sekitar 100 personel gabungan berhasil memadamkan sebagian titik api di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).
Baca Juga
Petugas juga membuat sekat bakar di sepanjang tepi api untuk mencegah kebakaran merambat ke kawasan dengan vegetasi rapat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Personel yang terlibat berasal dari BPBD Kabupaten Kuningan, BPBD Jawa Barat, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Masyarakat Peduli Api, TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan, komunitas pecinta alam, serta warga setempat.
Baca Juga
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut meninjau lokasi sekaligus membantu upaya pemadaman pada Kamis (22/10/2026).
Ia meminta masyarakat dan komunitas setempat bekerja sama membuat sekat bakar untuk menghambat penyebaran api. Warga yang terlibat dalam pekerjaan tersebut akan menerima honor Rp250.000 per hari.
Baca Juga
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga datang memantau dan ikut memadamkan api di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kamis (22/10/2026).
Gubernur yang akrab disapa KDM itu meminta komunitas dan warga desa bahu-membahu membuat sekat bakar untuk mencegah api merambat. Setiap orang yang melakukan upaya tersebut diberi honor Rp250.000 per hari.
Selain itu, KDM juga akan berkoordinasi dengan BMKG untuk membuat hujan buatan di area Taman Nasional Gunung Ciremai. Upaya pemadaman api dari udara dengan water bombing pun akan ditempuh untuk memadamkan api.
“Saya berkomunikasi dengan Pak Wamenhan dengan jajaran TNI AU, akan segera diturunkan heli untuk melakukan pemadaman melalui water bombing,” katanya, saat berada di lokasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Teten Ali menambahkan, pergerakan titik api (hotspot) dan arah angin masih terus dipantau dari posko lapangan.
Selain itu, personel gabungan juga melakukan penyisiran (mopping up) dan pemadaman sisa-sisa bara/asap untuk mencegah reignisi (penyalaan ulang).
"Kami pun menyiagakan personel di titik-titik rawan perbatasan sekat bakar hingga malam hari," ujar Teten.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Untuk keamanan tim personel gabungan, telah distribusikan air minum, makanan, serta alat pelindung diri (APD) seperti masker, kacamata goggle, dan helm untuk personel di lapangan.
Upaya lain yang dilakukan yaitu berkoordinasi secara berkala dengan pihak Pemkab Kuningan, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) dan pemangku kepentingan terkait.
Halaman Selanjutnya
Menurut Teten, medan terjal yang berbukit dan berbatu menyulitkan akses kendaraan pemadam serta mobilitas personel. Angin kencang yang berubah-ubah arah memicu timbulnya bara api baru (spotting). Jarak sumber air juga cukup jauh dari titik lokasi kebakaran.