Peserta JKN PBI di Kebumen rasakan layanan kesehatan tanpa biaya
Peserta JKN PBI di Kebumen rasakan layanan kesehatan tanpa biaya
Senin, 13 Juli 2026 16:58 WIB
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen Dina Diana Permata menyerahkan bingkisan kepada Supandi, salah seorang peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. ANTARA/HO-BPJS Kesehatan
Program JKN sangat membantu karena seluruh proses pelayanan kesehatan dapat diakses dengan mudah tanpa harus memikirkan biaya pengobatan
Kebumen (ANTARA) - Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, mengaku merasakan pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan tanpa biaya tambahan saat menjalani pengobatan maupun perawatan di fasilitas kesehatan.
Salah seorang peserta JKN, Supandi (69), warga Kabupaten Kebumen, mengaku telah beberapa kali memanfaatkan Program JKN, baik untuk pengobatan bronkitis kronis maupun saat menjalani perawatan akibat patah tulang.
Supandi yang terdaftar di Puskesmas Kebumen III sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mengatakan kehadiran Program JKN sangat membantu karena seluruh proses pelayanan kesehatan dapat diakses dengan mudah tanpa harus memikirkan biaya pengobatan.
Pada Januari 2026, dia terjatuh di depan rumah hingga tidak mampu bangun akibat cedera serius. Keluarganya kemudian membawa dirinya ke Instalasi Gawat Darurat RSUD dr Soedirman Kebumen untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah menjalani pemeriksaan rontgen, dokter menyatakan dirinya mengalami patah tulang sehingga harus menjalani perawatan inap selama beberapa hari. Seluruh biaya pemeriksaan maupun perawatan ditanggung oleh Program JKN sehingga dirinya tidak mengeluarkan biaya sedikit pun.
Usai menjalani perawatan, Supandi masih rutin menjalani kontrol setiap satu bulan sekali di RSUD dr. Soedirman Kebumen guna memantau proses penyembuhan tulangnya. Seluruh pelayanan yang diterimanya, menurut dia, berjalan dengan baik tanpa kendala.
Sebelum mengalami patah tulang, Supandi juga telah lama menjalani pengobatan bronkitis kronis. Ia rutin menjalani kontrol di RSUD dr Soedirman Kebumen dan pernah menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Sruweng.
Ia mengaku penyakit tersebut tidak lepas dari kebiasaannya sebagai perokok berat pada masa lalu sehingga memutuskan berhenti merokok demi menjaga kondisi kesehatannya.
Supandi mengatakan selama menjadi peserta JKN dirinya tidak pernah diminta membayar biaya tambahan. Ia juga merasa memperoleh pelayanan yang sama dengan pasien lainnya.
"Saya sudah beberapa kali menggunakan JKN untuk berobat maupun rawat inap. Selama menjadi peserta, saya tidak pernah diminta biaya tambahan. Pelayanan yang saya terima juga sangat baik. Saya merasa diperlakukan sama dengan pasien lainnya," katanya.
Putra Supandi yang selama ini mendampingi ayahnya menjalani pengobatan, Syarif (41) juga menilai pelayanan yang diberikan kepada peserta JKN tidak berbeda dengan pasien umum.
Menurut dia, dokter, perawat, maupun petugas rumah sakit memberikan pelayanan yang baik tanpa membedakan status pasien sehingga keluarganya merasa terbantu dengan keberadaan Program JKN.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen Dina Diana Permata mengatakan pengalaman tersebut menjadi gambaran nyata bahwa Program JKN memberikan perlindungan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat, khususnya peserta PBI JK yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah.
"Peserta JKN memiliki hak yang sama dalam memperoleh pelayanan kesehatan sesuai indikasi medis dan ketentuan yang berlaku, tanpa adanya perbedaan perlakuan berdasarkan segmen kepesertaan," katanya
Dia mengatakan BPJS Kesehatan berkomitmen memastikan setiap peserta JKN memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan setara.
Menurut dia, tidak ada perbedaan pelayanan antara peserta JKN dan pasien lainnya selama peserta mengikuti alur pelayanan sesuai prosedur serta indikasi medis yang berlaku.
Selain itu, BPJS Kesehatan mengajak masyarakat menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif dan memanfaatkan layanan promotif serta preventif di fasilitas kesehatan tingkat pertama agar kondisi kesehatan dapat dipantau sejak dini.
Dina mengharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya memiliki perlindungan kesehatan melalui Program JKN sehingga ketika menghadapi risiko kesehatan yang datang tanpa diduga dapat memperoleh pelayanan yang dibutuhkan tanpa terbebani biaya pengobatan, sekaligus tetap menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan penyakit.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.