Pesparani 2026 Kota Yogyakarta resmi dibuka untuk perkuat persaudaraan
Pesparani 2026 Kota Yogyakarta resmi dibuka untuk perkuat persaudaraan
Sabtu, 22 Agustus 2026 20:00 WIB
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo (dua kiri) pada pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Kota Yogyakarta Tahun 2026, di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, Sabtu (22/8/2026). ANTARA/HO-Kemenag
Yogyakarta (ANTARA) - Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Kota Yogyakarta Tahun 2026 resmi dibuka di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, Sabtu, sebagai ajang memperkuat persaudaraan serta pengembangan talenta umat Katolik.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta Ahmad Shidqi mengatakan Pesparani bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari upaya menghadirkan ruang bagi umat untuk mengekspresikan iman melalui seni, membangun persaudaraan, serta meneguhkan semangat hidup bersama dalam keberagaman.
Kegiatan yang diselenggarakan Penyelenggara Katolik Kantor Kemenag Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Pemkot Yogyakarta dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Yogyakarta ini sebagai representasi Kemenag membersamai dan memberikan pelayanan keagamaan yang inklusif serta memperkuat kerukunan umat beragama.
Kegiatan yang mengusung tema "Berjalan Bersama dalam Sabda-Nya, Sehati, Sepikir dan Sepujian" ini diikuti 47 peserta dari tujuh paroki di Kota Yogyakarta dengan sembilan cabang yang dilombakan yakni Paduan Suara Anak, Paduan Suara Remaja, Paduan Suara Orang, Muda Katolik (OMK), Paduan Suara Dewasa, Tutur Kitab Suci, Mazmur, Cerdas Cermat Rohani Anak, Cerdas Cermat Rohani Remaja, Cerdas Cermat Rohani/Kitab Suci.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi terselenggaranya Pesparani 2026, karena menurutnya kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mempersatukan umat Katolik sekaligus menumbuhkan bakat dan semangat kebersamaan.
“Ini merupakan wadah untuk mempersatukan umat Katolik, khususnya di Kota Yogyakarta. Kami akan terus menjaga Kota Jogja yang menyandang City of Tolerance. Untuk itu, mewujudkan kota yang toleran adalah tanggung jawab kita bersama, dan kita semua mendukung kegiatan Pesparani ini,” ujar Hasto.
Hasto juga mengingatkan pesan filosofi Jawa ora rumangsa bisa, nanging bisa rumangsa agar para peserta tetap rendah hati, saling menghargai, serta menjadikan ajang ini sebagai sarana berbagi kasih dan gotong royong.
Ketua Panitia Pesparani 2026 sekaligus Penyelenggara Katolik Kemenag Kota Yogyakarta Veronika Tri Jati Ningsih menjelaskan Pesparani bukan sekadar perhelatan seni dan kompetisi, melainkan bentuk penghayatan iman Kristiani sekaligus sarana merawat persaudaraan umat.
Pembukaan Pesparani 2026 mendapat sambutan hangat dari Kepala SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang mengaku bangga dan bersyukur dipercaya menjadi tuan rumah, sekaligus menilai ajang ini sebagai momentum penting mempererat persaudaraan dalam kasih Tuhan.
Pewarta : N008
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026