kingsheadwye.com

PLTU 3-4 Nagan Raya penuhi 45 persen pasokan listrik di Aceh - ANTARA News Aceh

Nagan Raya (ANTARA) - General Manager PT Meulaboh Power Generation (MPG) Liu Pengju mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3-4 Nagan Raya, Aceh, mampu memenuhi pasokan listrik sebesar 45 persen di Provinsi Aceh.

“Bagi kami, keberhasilan ini tidak hanya diukur dari megawatt yang kami alirkan ke jaringan transmisi, melainkan dari seberapa besar dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat tempat kami berakar," ujar Liu Pengju di Nagan Raya, Aceh, Kamis.

Saat ini, kata dia, PT Meulaboh Power Generation mengoperasikan dua unit pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara dengan kapasitas masing-masing 225 MW, yang didukung oleh jalur transmisi sepanjang 2,3 km serta satu gardu induk. Proyek ini merupakan proyek PLTU greenfield luar negeri pertama milik China Datang Corporation. 

Selain itu, pembangkit ini menjadi sumber pasokan listrik utama bagi jaringan listrik pulau Sumatera bagian utara, dan merupakan pembangkit listrik terbesar di Provinsi Aceh, Indonesia, dengan kapasitas terpasang yang mencapai sekitar 45 persen dari total kapasitas pembangkit di provinsi tersebut.

Menurutnya, sebagai pembangkit listrik terbesar di Provinsi Aceh, PT Meulaboh Power Generation (PT MPG) tidak hanya menjadi tulang punggung energi di bagian utara Pulau Sumatera, tetapi juga motor penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal di Aceh.

Memasuki masa operasi komersial yang direncanakan selama 25 tahun, proyek greenfield luar negeri pertama milik China Datang Corporation ini terus memperkuat komitmennya dalam pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Nagan Raya.

Liu Pengju menegaskan sejak peletakan batu pertama pada 24 Desember 2019 hingga resmi beroperasi penuh pada akhir 2023, visi perusahaan selalu berorientasi pada kemajuan bersama.

PT MPG membuktikan komitmennya terhadap daerah dengan membuka lapangan kerja yang stabil dan berkualitas bagi warga lokal. Saat ini, sebanyak 143 karyawan atau sekitar 37,63 persen dari total tenaga kerja di perusahaan merupakan putra-putri asli Kabupaten Nagan Raya.

Kebijakan penyerapan tenaga kerja lokal ini dinilai efektif menekan angka urbanisasi sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga di sekitar wilayah operasional.

"Kami menerapkan prinsip people-oriented. Kami ingin masyarakat lokal bisa mendapatkan pekerjaan yang layak tanpa harus meninggalkan daerah asalnya,” katanya. 

Melalui sistem pengembangan karier yang terstruktur, pelatihan keterampilan berkelanjutan, serta sertifikasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), pihaknya berkomitmen mencetak tenaga kerja lokal yang profesional dan menjadi ahli di bidang ketenagalistrikan nasional.

General Manager PT Meulaboh Power Generation (MPG) Liu Pengju (tengah) berswafoto bersama jajaran dan pejabat pemerintah, akademisi, masyarakat, pejabat pemerintah dan media berlangsung di kantor operasional di kawasan Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Kamis (16/7/2026) (ANTARA/HO-Humas PT Meulaboh Power Generation/PLTU 3-4 Nagan Raya)

Demi keberlanjutan talenta lokal, PT MPG secara aktif membangun jembatan antara dunia pendidikan (vokasi) dan industri. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, MoU dengan SMK Negeri Nagan Raya, serta program magang terpadu dengan Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

Melalui kolaborasi ini, para siswa dan mahasiswa mendapatkan akses langsung ke fasilitas teknologi canggih milik PT MPG untuk melakukan praktik kerja lapangan dan pelatihan keselamatan kerja. Sinergi ini memastikan kompetensi lulusan daerah selaras dengan kebutuhan nyata industri moderen.

Komitmen sosial PT MPG juga menyentuh aspek-aspek krusial seperti pendidikan, keagamaan, dan tanggap darurat bencana melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Mulai dari renovasi SD Negeri di Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, serta penyaluran beasiswa dan alat tulis bagi keluarga kurang mampu, hingga penghormatan terhadap nilai budaya Muslim Aceh melalui bantuan pangan berkala pada hari besar Islam seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

Ketangguhan komitmen perusahaan juga diuji saat bencana banjir besar melanda Sumatera menjelang akhir tahun 2025. Di tengah situasi darurat, PT MPG tetap menjaga keandalan pasokan listrik demi menjamin stabilitas wilayah, sekaligus turun langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan serta mendukung pemerintah dalam pemulihan pascabencana.

Ia mengatakan perusahaan tetap menjalankan tugasnya untuk menjaga keandalan pasokan listrik melalui upaya penanganan darurat, sehingga pasokan energi di wilayah tetap terjamin. 

Di saat yang sama, perusahaan turut menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak serta mendukung pemerintah daerah dalam proses pemulihan pascabencana dan pemulihan kehidupan masyarakat. Melalui berbagai upaya tersebut, perusahaan terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Menatap tahun-tahun mendatang, Liu Pengju optimistis bahwa hubungan harmonis antara pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan, dan masyarakat akan semakin solid. 

PT Meulaboh Power Generation berjanji untuk terus menyempurnakan program-programnya demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Liu Pengju menyebutkan perusahaan juga akan terus mempererat kerja sama dan komunikasi dengan pemerintah di berbagai tingkatan, organisasi masyarakat, serta institusi pendidikan di daerah guna membangun ekosistem yang harmonis dan saling mendukung antara pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan, dan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan, PT Meulaboh Power Generation akan terus menorehkan babak baru dalam mewujudkan hubungan yang saling menguntungkan, tumbuh bersama, dan berkembang secara berkelanjutan dengan masyarakat serta daerah tempat perusahaan beroperasi.

"Ke depan, PT Meulaboh Power Generation akan terus memegang teguh komitmen untuk melayani masyarakat, memberdayakan daerah, dan meningkatkan kesejahteraan. Kami ingin terus menulis babak baru yang saling menguntungkan, tumbuh bersama, dan berkembang secara berkelanjutan di tanah Aceh," demikian Liu Pengju.

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.