PM Fico tegaskan Slovakia tak akan gabung "Koalisi Sukarela"
Moskow (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Slovakia Robert Fico menegaskan pihaknya tidak dan tidak akan pernah menjadi anggota "koalisi sukarela" yang mendukung konflik di Ukraina.
"Sebagai perdana menteri Slovakia, saya secara resmi menyatakan bahwa Slovakia tidak pernah, tidak sedang, dan tidak akan pernah menjadi anggota 'koalisi sukarela' yang mendukung perang di Ukraina. Sebagai kepala pemerintahan, saya tidak pernah ikut serta dalam pertemuan apa pun dari aliansi militer tersebut," kata Fico melalui akun media sosialnya pada Jumat.
Sebelumnya, Kamis (23/7), surat kabar Slovakia euBrief melaporkan, dengan mengutip Kedutaan Besar Prancis di Slovakia, bahwa negara tersebut diduga telah bergabung dengan "Koalisi Sukarela untuk Ukraina".
Fico mengatakan bahwa dirinya secara pribadi telah berbicara dengan duta besar Prancis untuk Slovakia dan memintanya untuk memastikan bahwa Kedutaan Besar Prancis tidak menyebarkan informasi yang tidak benar.
Menurut Fico, dubes Prancis di Slovakia menegaskan bahwa telah terjadi kesalahpahaman dan hal itu akan disampaikan kepada publik.
Pekan lalu, para anggota "Koalisi Sukarela untuk Ukraina" berkumpul di Paris untuk membahas dukungan bagi Kiev.
"Koalisi Sukarela untuk Ukraina" diprakarsai oleh Prancis dan Inggris pada Februari 2025 untuk mendukung kedaulatan Ukraina dengan mempertahankan gencatan senjata di negara tersebut. Sekitar 35 negara telah bergabung dalam inisiatif tersebut.
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut "Koalisi Sukarela" itu sebagai koalisi para pencari perang. Menurut Peskov, koalisi itu merupakan kelompok negara-negara yang tidak menginginkan perdamaian.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Perwira tinggi Inggris pimpin Koalisi Sukarela untuk Ukraina
Baca juga: Lavrov: Rusia memilih penyelesaian diplomatik di Ukraina
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.