PMI Belitung olah sumber air baku jadi layak distribusi - ANTARA News Bangka Belitung
Tanjungpandan (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belitung mengolah sumber air baku di kolong belakang RSUD Marsidi Judono Belitung menjadi layak guna untuk memenuhi standar kelayakan air bersih sehingga dapat didistribusikan bagi masyarakat terdampak kekeringan di daerah itu.
Sekretaris PMI Kabupaten Belitung Bustam di Tanjungpandan, Sabtu, mengatakan pemeriksaan awal terhadap sumber air baku kolong belakang RSUD Marsidi Judono Belitung menunjukkan tingkat pH yang ideal, namun memiliki tingkat kekeruhan yang cukup tinggi.
"Air baku yang ada di kolong belakang RSUD ini setelah kita periksa untuk kekeruhannya, kekeruhannya itu ada di 19 NTU (Nephelometric Turbidity Unit). Kemudian pH-nya ada di 7,6. Jadi, dari sisi segi kelayakan pH-nya bagus tapi kekeruhannya itu cukup tinggi," katanya.
Ia mengatakan ambang batas kekeruhan air harus diturunkan hingga maksimal minimal lima NTU agar layak didistribusikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak kekeringan di daerah itu.
Ia juga mengatakan sebagai langkah penanganan, PMI Kabupaten Belitung menampung air baku tersebut ke dalam bak penampungan awal untuk kemudian diuji guna menentukan dosis tawas yang optimal.
Dari hasil uji coba, kata Bustam, ditemukan dosis optimum penambahan tawas sebanyak enam mililiter untuk setiap volume air tertentu, yang jika dikalkulasikan untuk kapasitas 12.000 liter air memerlukan sekitar 720 gram tawas.
"Jadi kita dapat di enam mililiter. Enam mililiter itu kita jadikan dosis untuk menjernihkan air sebanyak 12.000 liter. Jadi nanti sebanyak 12.000 liter kita inject ke dalamnya tawas sebanyak 720 gram untuk memisahkan partikel atau ion-ion negatif yang ada di dalam air agar bisa mengendap dengan baik sehingga kita dapat menghasilkan lima NTU," ujar dia.
Lebih lanjut Bustam mengatakan melalui proses injeksi tawas, partikel dan ion negatif di dalam sumber air baku tersebut diharapkan dapat diendapkan secara optimal.
"Sehingga menghasilkan pasokan air bersih dengan tingkat kekeruhan di angka lima NTU yang aman dan layak didistribusikan kepada warga," katanya.
Ia menegaskan dari hasil pengolahan berbasis program Water Sanitation and Higiene (WASH), kini air bersih dari kolong sumber air baku di belakang RSUD Marsidi Judono Belitung sudah bisa didistribusikan ke masyarakat yang terdampak kekeringan di daerah itu.
"Tadi sudah dua kali didistribusikan menggunakan armada mobil tangki PMI Belitung kapasitas 10. 000 liter," ujar dia.
Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.