Polairud-TNI AL evakuasi temuan jasad di Teluk Popoh Tulungagung - ANTARA News Jawa Timur
Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Petugas gabungan Polairud dan TNI AL mengevakuasi sesosok jasad pria yang ditemukan mengapung di perairan Teluk Popoh, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (3/10) sore.
Koordinator Pos Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) Popoh Aiptu Maryanto, Minggu, mengatakan, evakuasi dilakukan setelah seorang nelayan melaporkan temuan benda menyerupai tubuh manusia saat mencari ikan sekitar pukul 17.00 WIB.
"Awalnya nelayan melihat benda menyerupai tubuh manusia mengapung di permukaan air," kata Maryanto.
Setelah memastikan benda tersebut merupakan jasad manusia, nelayan melaporkan temuan itu kepada petugas.
Polairud dan TNI AL kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Jasad ditemukan sekitar tiga mil dari Pelabuhan Perikanan Popoh dan berhasil dibawa ke dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Popoh sekitar pukul 19.30 WIB.
"Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah mulai rusak, diperkirakan sudah tiga sampai empat hari di air," ujarnya.
Setelah dievakuasi dari perairan, jasad dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk menjalani pemeriksaan.
Tim Inafis Polres Tulungagung juga diterjunkan untuk melakukan identifikasi.
Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Nanang Murdiyanto mengatakan petugas masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan identitas maupun penyebab kematian korban.
Sebelumnya, warga menemukan tas berisi identitas seseorang berinisial DCI (23), warga Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, di Pantai Banyu Mulok yang masih berada di kawasan deretan Teluk Popoh.
Namun, polisi belum memastikan apakah identitas tersebut berkaitan dengan jasad yang ditemukan di perairan Teluk Popoh.
"Identitas dan penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis," kata Nanang.
Polisi berencana melakukan autopsi untuk membantu memastikan identitas serta penyebab kematian korban.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.