Polda Maluku gagas Gerakan Bahasa Inggris bagi generasi muda - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) -
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menggagas Gerakan Pembelajaran Bahasa Inggris dan penguatan budaya literasi bagi generasi muda sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing masyarakat di daerah.
“Saya berharap ke depan lahir Gerakan Pembelajaran Bahasa Inggris yang berkelanjutan di Maluku. Bahkan, apabila memungkinkan, kita dapat mengembangkan konsep Kampung Inggris sebagai ruang membangun budaya belajar, kedisiplinan, kepercayaan diri, sekaligus membuka akses generasi muda terhadap peluang yang lebih luas,” kata Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto, di Ambon, Jumat.
Gagasan tersebut disampaikan Kapolda saat menerima audiensi pimpinan Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) di Ruang Rapat Kapolda Maluku.
Menurut Dadang, penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda Maluku untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun global.
Selain penguasaan bahasa asing, Kapolda menilai budaya membaca perlu diperkuat sejak dini. Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi menjadi dasar bagi terbentuknya pola pikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, serta kesiapan menghadapi perubahan.
“Budaya membaca harus menjadi gerakan bersama. Masyarakat yang gemar membaca akan lebih siap menghadapi perubahan, lebih mudah menerima inovasi, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Kampus harus menjadi pusat lahirnya budaya literasi yang manfaatnya dirasakan hingga ke desa-desa,” jelas Dadang.
Ia berharap, perguruan tinggi dapat mengambil peran lebih besar dalam mengembangkan taman bacaan, komunitas literasi, pendampingan pelajar, hingga program pengabdian masyarakat yang dapat memperluas akses pendidikan di daerah.
Dadang mengatakan, pembangunan SDM tidak dapat dipisahkan dari agenda menjaga keamanan. Masyarakat yang memiliki pendidikan baik, karakter kuat, dan kesempatan berkembang akan lebih mampu menciptakan stabilitas sosial.
“Keamanan adalah prasyarat pembangunan, tetapi pembangunan manusia adalah fondasi utama keamanan itu sendiri. Ketika masyarakat memiliki pendidikan yang baik, karakter yang kuat, dan kesempatan berkembang, maka stabilitas sosial akan tumbuh secara alami,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, Rektor UM Maluku Prof. Faris Al-Fadhat menyampaikan, perkembangan perguruan tinggi yang dalam satu tahun terakhir meningkatkan jumlah program studi dari lima menjadi 10 program studi. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi 11 dalam waktu dekat dan mencapai 15 program studi pada 2027.
Rektor juga mengundang Kapolda Maluku untuk memberikan kuliah umum dan kuliah kebangsaan bagi mahasiswa sebagai bagian dari penguatan karakter, wawasan kebangsaan, dan kepemimpinan generasi muda.
Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.