kingsheadwye.com

Polres Bantul perkuat deteksi potensi kerawanan jelang pemilihan lurah

Polres Bantul perkuat deteksi potensi kerawanan jelang pemilihan lurah

Kamis, 10 September 2026 17:45 WIB

Image Print

Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto saat memberikan arahan dalam acara Apel Bhabinkamtibmas di halaman Mapolres Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (10/9/2026). ANTARA/HO-Humas Polres Bantul

Yogyakarta (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai melakukan deteksi dan pemetaan potensi kerawanan menjelang pesta demokrasi pemilihan lurah (Pilur) serentak 2026 Kabupaten Bantul untuk memastikan penyelenggaraannya berlangsung aman dan kondusif.

Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto, di Bantul, Kamis, meminta para personel proaktif mendeteksi potensi kerawanan sejak dini agar apabila ditemukan potensi konflik dapat segera diredam dan ditangani.

"Bhabinkamtibmas sudah mulai melakukan pemetaan dan upaya-upaya lainnya untuk menjaga kamtibmas menjelang Pilur," katanya.

Menurutnya, Pilur Serentak 2026 Bantul akan diselenggarakan pada 4 Oktober dan nantinya para Bhabinkamtibmas akan menjadi ujung tombak Polri dalam menjaga keamanan selama pesta demokrasi berlangsung.

"Sebagai ujung tombak Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas harus senantiasa peka mencermati situasi yang berkembang dan mampu mendeteksi awal potensi gangguan sehingga kita dapat melakukan pencegahan dini," ujarnya.

Ia meminta seluruh Bhabinkamtibmas memasifkan sambang dari pintu ke pintu (door to door) dan memperkuat koordinasi dengan panitia pemilihan, pemerintah kalurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para calon lurah hingga pendukungnya.

"Petakan wilayah potensi kerawanan yang dapat berkembang menjadi konflik, seperti persaingan antarpendukung, politik uang, intimidasi, hingga penyebaran berita bohong," katanya.

Menurutnya, komunikasi dan pemetaan wilayah penting dilakukan sejak dini karena dinamika kontestasi Pilur dapat muncul sejak tahapan pencalonan hingga pascapemungutan suara.

Ia juga menekankan agar para personel tidak meremehkan dinamika sekecil apa pun yang ditemukan di lapangan agar tidak memicu konflik yang lebih besar.

"Jangan sampai kita under estimate terhadap dinamika yang terjadi. Pengamanan harus dilakukan sejak dini, bukan hanya pada saat hari pemungutan suara," kata Bayu.

Menurutnya, kerja sama antara Bhabinkamtibmas, unsur TNI, pemerintah setempat, panitia penyelenggara, dan komponen masyarakat menjadi penentu keberhasilan pelaksanaan Pilur serentak yang aman dan kondusif.

"Sinergi dan kolaborasi seluruh unsur menjadi kunci untuk menjaga situasi tetap kondusif dan berjalan aman, damai dan demokratis," katanya.

Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026