Polres Cimahi sebar masker kepada pelajar mitigasi dampak abu vulkanik
Cimahi (ANTARA) - Polres Cimahi menyebar masker kepada pelajar di sejumlah sekolah sebagai langkah antisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terbawa angin hingga wilayah Bandung Raya, Jawa Barat.
Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi di Cimahi, Senin, mengatakan pembagian masker tersebut merupakan tindak lanjut arahan pimpinan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampak abu vulkanik.
"Jadi kita menindaklanjuti arahan pimpinan soal antisipasi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau agar memakai masker. Kemarin kita memberikan masker ke pengendara, sekarang ke anak-anak sekolah," katanya.
Ia mengatakan penggunaan masker penting dilakukan, terutama bagi anak-anak yang tetap menjalani aktivitas sekolah di tengah paparan abu vulkanik yang terjadi sejak Minggu (6/9).
Menurut dia, partikel abu vulkanik berpotensi terhirup dan mengganggu sistem pernapasan sehingga masyarakat diminta menggunakan masker hingga beberapa hari ke depan.
"Makanya kita minta masyarakat terutama anak sekolah menggunakan masker karena bahaya untuk kesehatan, apalagi ketika terhirup. Kalau memungkinkan juga menggunakan kacamata supaya mata tidak perih dan iritasi," ujarnya.
Selain kepada pelajar, Polres Cimahi sebelumnya membagikan masker kepada pengendara sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko paparan abu vulkanik yang terbawa angin.
Sementara itu, Pakar Kebencanaan pada Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Dr. Daryono menjelaskan bahaya abu vulkanik terletak pada karakteristik fisik partikelnya yang tajam serta kandungan kimia yang dapat bersifat korosif.
"Abu vulkanik itu berbeda dari debu biasa yang lunak dan mudah disaring, partikel abu vulkanik merupakan pecahan kaca silika dan batuan berukuran mikroskopis (kurang dari 2 mm)," kata Daryono.
Menurut dia, ukuran partikel yang sangat halus memungkinkan abu menembus sistem penyaringan alami pada hidung dan masuk ke saluran pernapasan bagian dalam hingga alveolus paru paru.
"Secara kimiawi, partikel abu vulkanik diselimuti oleh senyawa asam seperti asam sulfat dan asam klorida, serta mengandung berbagai logam berat dan mineral. Ketika tersedot atau menempel pada jaringan tubuh yang basah, kandungan asam ini bereaksi secara agresif," katanya.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mempersilakan satuan pendidikan menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring sebagai langkah antisipasi apabila kondisi paparan abu vulkanik mengganggu kegiatan belajar mengajar secara langsung.
Baca juga: Pemkot Cimahi pastikan KBM tetap tatap muka di tengah abu vulkanik
Baca juga: Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar hingga Kota Cimahi
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.