Ponsel lebar Oppo dirumorkan bawa baterai 8.000 mAh dan chip Mediatek
Ponsel lebar Oppo dirumorkan bawa baterai 8.000 mAh dan chip Mediatek
Jumat, 23 Oktober 2026 22:26 WIB
Oppo F35 Series. (ANTARA/Oppo)
Jakarta (ANTARA) - Bocoran terbaru mengenai ponsel layar lebar dari Oppo kembali mencuat, kali ini mengungkapkan kapasitas baterainya yang besar yakni 8.000 mAh dan penggunaan chip terbaru MediaTek Dimensity 9600M.
Laporan Gizmochina pada Selasa (20/10) waktu setempat, informasi tersebut berasal dari gambaran purwarupa ponsel yang dibagikan pembocor teknologi Digital Chat Station.
Menurut Digital Chat Station, purwarupa ponsel tersebut juga dibekali dengan dua kamera belakang beresolusi 200MP.
Sensor 200MP yang disematkan pada ponsel layar lebar Oppo menggunakan Samsung ISOCELL HPE dan HP5.
Keduanya akan berfungsi sebagai kamera utama dan lensa telefoto periskop, meski belum dipastikan pembagian peran spesifik dari masing-masing sensor tersebut.
Selain itu, ponsel ini juga diperkirakan akan dibekali baterai besar berkapasitas 8.000 mAh. Angka kapasitas baterai ini meningkat dari bocoran sebelumnya yang hanya menyebutkan angka 7.000 mAh.
Perangkat ini dirumorkan akan mengusung layar berukuran 6,35 inci dengan rasio aspek 16:9 dan resolusi 2560 x 1440.
Meskipun nama resmi ponsel ini tidak disebutkan oleh Digital Chat Station, laporan yang sebelumnya beredar menyebutkan bahwa ponsel ini kemungkinan akan mengusung nama Oppo Reno X.
Oppo diprediksi akan meluncurkan ponsel ini bersamaan dengan ponsel lipat Oppo Find N7 di China pada kuartal pertama tahun 2027. Namun, kehadiran kedua ponsel tersebut hingga saat ini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak perusahaan.
Mengingat seluruh rincian spesifikasi ini masih berdasarkan pada purwarupa teknis, terdapat kemungkinan Oppo melakukan penyesuaian konfigurasi, termasuk prosesor, kamera, dan baterai, sebelum ponsel tersebut diproduksi dan dirilis ke publik.
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Pewarta : -
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.