kingsheadwye.com

PP Kahyangan Jember gandeng PTPN kelola aset dan jajaki pasar ekspor - ANTARA News Jawa Timur

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumda Perkebunan Kahyangan Jember menggandeng Perkebunan Nusantara (PTPN) I untuk memaksimalkan pengelolaan aset seluas 3.800 hektare dan menjajaki peluang pasar ekspor.

"Langkah kolaborasi antara BUMD dan BUMN tersebut difokuskan pada perluasan komoditas tebu, akses pasar ekspor, hingga tata kelola perusahaan yang lebih modern," kata Direktur Utama PDP Kahyangan Jember, Gogot Cahyo Baskoro dalam keterangannya di kabupaten setempat, Jumat.

Ia mengatakan bahwa pertemuan Perumda Perkebunan Kahyangan bersama PTPN I Regional 5 dan Komisi C DPRD Jember telah menghasilkan kesepakatan positif, terutama dalam hal transfer ilmu manajemen perkebunan.

"Kami berencana memperluas area tanam tebu yang saat ini baru berkisar 80 hektare dengan memanfaatkan keahlian PTPN yang sudah berpengalaman di bidang tersebut," katanya.

Selain itu, PTPN I juga akan membuka akses jejaring pembeli (buyer) internasional agar komoditas unggulan Perumda Perkebunan Kahyangan dapat dijual ke pasar ekspor dengan harga yang lebih kompetitif.

"Kedua belah pihak menyepakati sistem pengamanan terpadu untuk areal perkebunan yang berbatasan langsung seperti di Kebun Sumber Pandan di Kecamatan Sumberbaru dan Kebun Sumber Tenggulun di Kecamatan Tanggul," tuturnya.

Selain memperkuat komoditas utama seperti karet dan kopi yang harganya sedang bagus, lanjut dia, Perumda Perkebunan Kahyangan juga mulai menjajaki budidaya kayu gaharu serta peremajaan tanaman kopi.

"Selain mengejar profitabilitas dan kesehatan finansial perusahaan, optimalisasi ribuan hektare aset lahan ini juga mengemban misi sosial. Kami berkomitmen mendukung program pengentasan kemiskinan di sekitar kawasan perkebunan serta meningkatkan kesejahteraan para karyawannya," katanya.

Sementara Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo berharap sinergi BUMD dan BUMN tersebut dapat memberikan perhatian kepada masyarakat sekitar perkebunan untuk mengurangi angka kemiskinan di kawasan tersebut.

"Kami berharap program pemerintah untuk mengentas kemiskinan ekstrem bisa dibantu banyak pihak termasuk BUMN dan BUMD, sehingga diharapkan angka kemiskinan di Jember berkurang," ujarnya.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.