Prabowo Ajak Akademisi Cari Solusi Pengelolaan Lahan Gambut
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah akademisi dari berbagai universitas untuk berdialog dengan membahas penanganan lahan gambut untuk mencegah masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, sekitar 20 akademisi dari Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), hingga Nottingham University tiba di Istana Kepresidenan Jakarta sekitar pukul 14.40 WIB.
"Akademisinya ada dari dari BRIN, kemudian dari IPB, dari UI, dari ITB. Kemudian ada juga ada beberapa dari Universitas Tanjungpura, dan beberapa kampus. Tadi saya melihat daftar yang ada," kata Kepala BRIN Arif Satria di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9/2026).
"Hari ini kita diundang untuk membahas masalah gambut," sambungnya.
Menurut dia, rapat tersebut akan fokus membahas soal penyelesaian masalah karhutla yang kerap terjadi di Indonesia serta pemanfaatan lahan gambut berkelanjutan.
"Karena kalau kita lihat kawasan hidrologis gambut itu kan 24 juta hektar ya," jelas Arif.
"Berbasis pada peraturan pemerintah, pemanfaatan itu kan maksimum 70 persen, dan yang fungsi lindung minimum 30 persen," sambungnya.
Arif menekankan pentingnya desain pemanfaatan lahan gambut berkelanjutan. Pasalnya, ada 41 juta penduduk Indonesia yang tinggal di kawasan hidrologis gambut.
"Oleh karena itu, saya yakin hari ini Pak Presiden mengundang para ahli, para pakar, ya untuk membahas masalah pengolahan gambut ini," jelas dia.
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan ada enam provinsi prioritas penanggulangan karhutla yang berbasis lahan gambut. Keenam provinsi itu yakni, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
"Saya kira sangat baik sekali Pak Presiden punya concern soal gambut. Mungkin nanti kita akan diskusikan dan nanti saya sampaikan hasil ratasnya ke teman-teman," tutur Raja Juli.