kingsheadwye.com

Prabowo Bikin Petani Tersenyum: Pangkas 145 Aturan Penyaluran Pupuk hingga Harga Turun 20 Persen

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto membawa angin segar bagi para petani di seluruh pelosok Tanah Air, melalui terobosan kebijakan di sektor pertanian nasional.

Langkah berani diambil dengan memangkas sebanyak 145 aturan penyaluran pupuk, yang selama ini dinilai sangat menyulitkan distribusi di tingkat bawah. Dampaknya tidak main-main, harga pupuk bagi para petani langsung mengalami penurunan drastis hingga 20 persen.

Pencapaian ini menjadi catatan manis tersendiri, karena dinilai sebagai momen penting yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah kebijakan pertanian di Indonesia.

Baca Juga: KAI Angkut 13.920 Ton Pupuk hingga Juli 2026, Naik 2,43 Persen Secara Tahunan

"145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan, harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah negara kesatuan republik indonesia," tegas Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI di Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Tidak hanya membuat harga lebih terjangkau, kebijakan baru ini juga menjamin pasokan pupuk di lapangan tetap aman dan jauh lebih mudah diakses oleh petani. Hal ini otomatis memicu lonjakan hasil produksi pertanian, sehingga mempercepat pemenuhan target kemandirian pangan nasional.

"Pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat. Tetapi pada saat yang bersamaan, harga turun tapi volume ketersediaan pupuk tambah, untuk rakyat kita, saudara-saudara. Sehingga rakyat kita sekarang mudah mendapatkan pupuk. Dan karena itulah produksi meningkat, dan karena itulah juga kita lebih cepat swasembada pangan," lanjutnya.

Menariknya, skema pemangkasan harga dan penambahan volume distribusi ini tidak merugikan badan usaha milik negara yang mengelola komoditas tersebut. PT Pupuk Indonesia justru berhasil mencatatkan rekor kenaikan performa finansial yang luar biasa di tengah kebijakan penurunan harga pupuk untuk rakyat.

Baca Juga: Perpres Koperasi Merah Putih Dikebut, Bansos hingga Pupuk Disatukan

"Dan pada saat yang bersamaan, keuntungan PT Pupuk Indonesia, perusahaan negara, BUMN, keuntungannya naik 252,8 persen. Harga pupuk turun, volume tambah, tapi keuntungan bagi PT Pupuk Indonesia naik 252,8 persen," katanya.

Keberhasilan luar biasa ini dicapai berkat adanya sinergi dan kolaborasi gotong royong yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan nasional.

"Ini adalah akibat kerja tim yang membantu saya, menteri pertanian dengan seluruh jajarannya, para penyuluh pertanian, didukung oleh banyak kementerian lain, didukung oleh Pemda, didukung oleh TNI-Polri, semuanya ini dengan semangat gotong royong kita telah mencapai suatu prestasi yang diakui oleh dunia, karena itu tahun ini kita sudah swasembada 8 komoditas pangan," pungkasnya.