kingsheadwye.com

Prabowo Siapkan 81 Ribu Koperasi untuk Putus Jerat Rentenir di Desa

Bagikan:

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyiapkan 81 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih untuk memutus ketergantungan petani dan warga desa terhadap rentenir. Koperasi tersebut akan menyediakan pinjaman berbunga murah hingga layanan kebutuhan pokok.

Menurut Prabowo, angka 81 ribu dipilih karena sesuai dengan jumlah desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

“Masalahnya adalah untuk memotong cengkeraman para lintah darat, supaya membebaskan jutaan rakyat kita dari ketergantungan kepada itu,” kata Prabowo dalam Puncak Hari Koperasi Nasional ke-79 di GBK, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.

Ia mengatakan banyak petani tetap kesulitan meski produksi dan harga gabah naik. Selama menunggu panen yang memakan waktu sekitar 100 hari, mereka membutuhkan uang untuk biaya sekolah, pengobatan, dan kebutuhan keluarga.

Kebutuhan mendesak itu sering dipenuhi melalui pinjaman berbunga tinggi. Prabowo menyebut ada pemberi pinjaman yang mengenakan bunga hingga 1 persen per hari.

“Ini mematikan. Seumur hidup mereka tidak bisa bangkit,” ujarnya.

Baca juga:

  • KPK Tak Persoalkan RUU BUMN Adopsi Business Judgement Rule
  • Kritik Syarat Rapor Minimal 70 untuk Penerima KJP, DPRD DKI: Nilai Akademik Penting Tapi Bukan Segalanya
  • Prabowo Rapat Mendadak dengan Mentan-Menhan Bahas HPP Gabah Kering usai Inspeksi MBG
  • Dukung Kemkomdigi Batasi Usia Pengguna Medsos, Menkes Singgung Masalah Kesehatan Mental

Karena itu, setiap koperasi akan dilengkapi layanan simpan pinjam, kredit mikro, dan kredit supermikro. Prabowo juga menyebut bunga program Mekaar telah diturunkan dari 22 persen menjadi 8 persen.

“Saya maunya 5 persen. Tapi bankir-bankir bilang terlalu tipis karena ada ongkos. Oke, 8 persen. Dibandingkan 22 persen, lumayan,” katanya.

Selain pinjaman murah, koperasi akan memiliki toko sembako, apotek desa, penyimpanan dingin, dan berbagai layanan ekonomi lain.

Prabowo mengatakan lebih dari seribu koperasi telah beroperasi. Jumlah itu diperkirakan naik menjadi 5.000 hingga 6.000 dalam waktu dekat.

Pemerintah tetap memasang target seluruh koperasi terbentuk dalam sekitar satu setengah tahun. Namun, Prabowo meminta pelaksanaannya tidak sekadar mengejar angka.

“Kalau kita mampu hanya 5.000, kita resmikan. Jangan buru-buru,” ujarnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+