kingsheadwye.com

Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela proyek penting yang ditunggu tiga dekade - ANTARA News Bangka Belitung

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyebut Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela merupakan proyek penting yang telah ditunggu hampir tiga dekade sebelum akhirnya memasuki tahap pembangunan.

"Proyek strategis nasional Abadi Masela ini merupakan suatu proyek yang sungguh sangat penting. Proyek ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita tunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan," kata Prabowo saat meresmikan groundbreaking proyek tersebut secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.

Presiden menegaskan pembangunan proyek tersebut harus berjalan sesuai target agar segera memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung ketahanan energi nasional.

Prabowo mengatakan Indonesia memiliki karunia sumber daya energi yang melimpah sehingga perlu dimanfaatkan untuk memperkuat masa depan bangsa. Menurut dia, salah satu bukti besarnya potensi tersebut adalah keberadaan cadangan energi di wilayah Tanimbar, Maluku, yang telah diketahui sejak puluhan tahun lalu.

"Buktinya antara lain bahwa kita sudah faham bahwa di perairan kita di Tanimbar di Maluku ini kita memiliki cadangan energi yang sangat besar. Kita sudah sadar ini 28 tahun yang lalu," kata Prabowo.

Ia juga mengapresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan proyek, termasuk mitra dari Jepang melalui INPEX, Petronas dari Malaysia, dan Pertamina sebagai perusahaan energi nasional yang bekerja sama mewujudkan proyek tersebut.

Proyek LNG Abadi Masela memiliki nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS dan dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas.

Pemerintah memproyeksikan proyek tersebut menjadi salah satu pusat industri energi terbesar di Indonesia timur sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.