Presiden Trump Peringatkan AS akan Melanjutkan Tindak Militer jika Pembicaraan dengan Iran Gagal
Bagikan:
JAKARTA - Presiden Donald Trump mengatakan pada Hari Senin, Amerika Serikat tengah terlibat dalam "pembicaraan yang sangat mendalam" dengan Iran, tetapi memperingatkan jendela diplomasi semakin sempit dan siap untuk mengambil "tindakan militer yang kuat" jika negosiasi gagal.
"Tidak banyak waktu. Entah berjalan cepat atau tidak sama sekali," kata Presiden Trump kepada Axios ketika ditanya berapa lama ia bersedia memberikan waktu untuk pembicaraan, dilansir dari Daily Sabah (28/7).
Ia menekankan, jendela diplomatik sempit, mencatat proses harus bergerak maju dengan cepat "atau tidak sama sekali."
"Jika tidak berhasil, kita akan kembali ke tindakan militer yang sangat kuat," kata Presiden Trump kepada stasiun televisi Israel Channel 12.
Presiden AS menjelaskan, Ia menghentikan serangan pada Hari Jumat setelah permohonan dari mediator regional.
"Semua orang yang berurusan dengan Iran meminta saya: 'Jangan menembak'," klaim Trump, menegaskan "tidak ada yang didapatkan, tidak ada yang hilang dengan mengabulkan permintaan tersebut."
Pernyataan Trump disampaikan menjelang pertemuannya yang dijadwalkan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Hari Selasa.
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu dengan alasan ancaman dan program nuklirnya.
"Saya akan berbicara dengan Bibi tentang fakta bahwa jika saya bukan presiden, Iran pasti sudah memiliki senjata nuklir sekarang dan Israel pasti sudah hancur," kata Trump.
Pernyataan Presiden Trump muncul setelah penghentian serangan AS menyusul dua minggu pemboman berkelanjutan, serta laporan media AS bahwa para pejabat tinggi AS, termasuk Wakil Presiden JD Vance, mendesak presiden untuk menghindari eskalasi besar dengan alasan persediaan amunisi dan potensi konsekuensinya.
Presiden Trump menepis kekhawatiran tentang menyusutnya persediaan amunisi, dengan mengatakan kepada The Wall Street Journal, Negeri Paman Sam memiliki "jauh lebih banyak amunisi daripada siapa pun di dunia, dan jauh lebih banyak daripada yang kita butuhkan."
BACA JUGA:
Terpisah, Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz mengatakan pada Hari Minggu, Presiden Trump memberikan "ruang" untuk diskusi diplomatik dengan Iran, dan bahwa negosiasi sedang berlangsung di "setiap tingkatan."
Sebelumnya, Pakistan menjadi mediator gencatan senjata pada Bulan April, sebelum kemudian nota kesepahaman ditandatangani antara Tehran dan Washington pada Bulan Juni untuk memungkinkan negosiasi lebih lanjut dan mengakhiri perang secara permanen.
Namun, ketegangan kembali meningkat awal bulan ini karena perbedaan pendapat tentang navigasi di Selat Hormuz, yang secara efektif diblokir oleh Iran selama konflik tersebut.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
Populer
28 Juli 2026, 03:03
28 Juli 2026, 02:02
28 Juli 2026, 00:01
28 Juli 2026, 01:01
28 Juli 2026, 06:35