Program PLN Peduli ubah sampah menjadi harapan melalui Bank Sampah Jolali - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarbaru (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terus memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat melalui Program PLN Peduli Desa Berdaya Jolali dengan menghadirkan Bank Sampah Jolali di Kota Banjarbaru sebagai sarana mengubah limbah menjadi bernilai ekonomi sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap lingkungan.
General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng Iwan Soelistijono, di Banjarbaru, Kamis, mengatakan, PLN meyakini energi tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik andal, tetapi juga melalui program pemberdayaan masyarakat yang mampu menciptakan perubahan berkelanjutan.
"Bank Sampah Jolali menjadi contoh kepedulian terhadap lingkungan yang mampu menciptakan manfaat ekonomi, memperkuat kebersamaan, sekaligus membangun budaya hidup lebih berkelanjutan," ujarnya melalui keterangan tertulis.
Menurut Iwan, saat masyarakat menjadi pelaku utama, sebuah program akan terus hidup dan berkembang karena manfaatnya benar-benar dirasakan warga dan Program PLN Peduli Desa Berdaya Jolali menghadirkan ruang pemberdayaan bagi masyarakat.
Dijelaskan, melalui pengelolaan sampah rumah tangga yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi tabungan sekaligus sumber penghasilan tambahan bagi warga disamping pendampingan dilakukan secara berkelanjutan, masyarakat dibiasakan memilah sampah sejak dari rumah.
"Botol plastik, kardus, kertas bekas dan berbagai jenis sampah anorganik dikumpulkan selanjutnya dikelola di Bank Sampah Jolali sehingga mampu mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan," ucapnya.
Iwan menambahkan, dampak yang dihasilkan Bank Sampah Jolali membuktikan kolaborasi antara PLN dan masyarakat mampu hadirkan perubahan nyata, baik dari sisi lingkungan, sosial maupun ekonomi.
Menurut dia, keberhasilan itu turut mengantarkan Program PLN Peduli Desa Berdaya Jolali meraih Gold Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2025 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
"Penghargaan menjadi penyemangat bagi PLN untuk terus menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Kami berharap semakin banyak komunitas yang terinspirasi memulai perubahan dari lingkungan sekitarnya, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang," kata Iwan.
Salah seorang pengelola Bank Sampah Jolali Margiono, mengatakan membangun budaya memilah sampah di tengah masyarakat membutuhkan proses yang tidak singkat, namun konsistensi pendampingan mampu menghadirkan perubahan positif.
"Awalnya tidak mudah mengajak warga memilah sampah dari rumah. Namun seiring waktu mereka mulai merasakan manfaatnya. Lingkungan menjadi lebih rapi, volume sampah berkurang, dan hasil penjualan sampah juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga maupun kegiatan bersama," ungkapnya.
Perubahan juga dirasakan warga Banjarbaru, Elma, yang rutin menjadi nasabah Bank Sampah Jolali meski pun dulu tidak memperlakukan sampah secara khusus tetapi langsung membuangnya.
"Sekarang kami kumpulkan dan dipilah terlebih dahulu. Hasilnya memang tidak selalu besar, tetapi cukup membantu kebutuhan sehari-hari dan yang paling terasa lingkungan menjadi lebih bersih dan anak-anak juga ikut belajar sampah bisa memiliki nilai jika dikelola dengan baik," katanya.
Pewarta: Yose Rizal
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.