Program TJSL PLN UID Sulselrabar dorong kemandirian ekonomi di Sinjai
Makassar (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha dan pengembangan potensi ekonomi lokal melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sinjai dan Nusantara Muda Berdaya, PLN menggelar Digital Skill Bootcamp sekaligus meresmikan sentra peternakan NUMA Farm di Kabupaten Sinjai.
General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah melalui keterangannya di Makassar, Jumat, mengatakan program TJSL tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk hadir dan tumbuh bersama masyarakat dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki daerah.
“PLN tidak hanya hadir melalui penyediaan energi listrik, tetapi juga berupaya menghadirkan energi perubahan bagi masyarakat," kata dia.
Program ini mengintegrasikan dua pendekatan pemberdayaan, yakni peningkatan keterampilan digital melalui Digital Skill Bootcamp serta penguatan ekonomi produktif masyarakat melalui Desa Inspiratif dengan pengembangan sentra peternakan NUMA Farm.
Melalui Digital Skill Bootcamp, ujar Edyansah, PLN mendorong para pelaku UMKM di Sinjai agar semakin adaptif, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.
Pelatihan Digital Skill Bootcamp diikuti oleh puluhan peserta dari kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sinjai. Para peserta dibekali berbagai keterampilan praktis, mulai dari desain grafis, digital marketing, hingga konten kreator.
Melalui pelatihan tersebut, para pelaku UMKM didorong untuk semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan kualitas promosi, memperluas jangkauan pemasaran produk, serta memperkuat daya saing usaha.
"Program ini sekaligus diharapkan dapat mendorong tumbuhnya pelaku usaha lokal yang kreatif, mandiri, dan mampu mengoptimalkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Sinjai," urai Edyansyah.
PLN UID Sulselrabar juga mendorong terciptanya sumber ekonomi produktif masyarakat melalui peresmian sentra peternakan NUMA Farm. Program ini dikembangkan sebagai wadah pemberdayaan peternak sekaligus mendorong pengelolaan sektor peternakan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Sebagai modal pengembangan peternakan, PLN melalui program TJSL memberikan dukungan delapan ekor sapi Limousin yang menjadi aset produktif NUMA Farm.
Dukungan tersebut dilengkapi dengan sarana dan prasarana peternakan, mulai dari kandang, penyediaan pakan, vitamin dan vaksin, hingga dukungan tenaga kesehatan. Melalui pengelolaan dan pendampingan secara berkelanjutan, aset produktif tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
"Dukungan delapan ekor sapi Limousin itu, kami harapkan dapat menjadi aset produktif yang terus berkembang dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Kolaborasi keduanya diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemberdayaan yang mendorong masyarakat semakin mandiri dan berkelanjutan,” ujar Edyansyah.
Seorang peserta Digital Skill Bootcamp Bahtiar (23) mengaku pelatihan tersebut memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usaha.
Bekal itu, disebut menjadi motivasi untuk lebih percaya diri dalam mempromosikan produk dan potensi Sinjai serta mengembangkannya menjadi peluang bisnis.
“Pelatihan Digital Skill Bootcamp ini memberikan pengalaman dan ilmu praktis yang sangat kami butuhkan. Kami diajarkan cara membuat desain produk yang menarik, mengelola media sosial, hingga memahami strategi pemasaran digital," kata Bahtiar.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.