PSIM Yogyakarta luncurkan jersi baru, bermotif batik parang
PSIM Yogyakarta luncurkan jersi baru, bermotif batik parang
Minggu, 30 Agustus 2026 07:39 WIB
Jersei baru skuad PSIM Yogyakarta yang bekerja sama dengan merek Adidas dan disematkan motif batik parang khas Mataram untuk dikenakan para pemain dalam kompetisi musim 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (29/8/2026). ANTARA/Agung Dwi Prakoso
Yogyakarta (ANTARA) - PSIM Yogyakarta meluncurkan jersi baru bermotif batik parang khas Mataram yang akan dikenakan para pemain untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027.
Direktur Utama PSIM Yogyakarta Yuliana Tasno, di Bantul, Sabtu, mengatakan motif batik parang sengaja disisipkan dalam desain jersi baru musim ini sebagai identitas PSIM Yogyakarta.
Menurut dia, pada musim ini PSIM Yogyakarta bekerja sama dengan merek ternama Adidas, tetapi jersi tersebut belum dilengkapi motif Batik Parang.
"Jadi, boleh dicek mungkin ya ke beberapa partner yang berpartneran dengan Adidas itu juga mungkin kan enggak ada motifnya," ujarnya saat menghadiri acara peluncuran jersi baru PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu.
Ia mengatakan motif batik tersebut merupakan bagian yang melekat dari skuad PSIM Yogyakarta sekaligus menjadi identitas kebudayaan klub.
"Karena saya juga sudah mempelajari dari kultural PSIM itu sendiri, Batik Parang itu memang sangat perlu disematkan dalam jersinya PSIM," ujarnya.
Oleh karena itu, manajemen PSIM Yogyakarta berupaya serius melalui negosiasi dan diskusi dengan pihak Adidas agar motif batik tersebut dapat disematkan pada jersi baru PSIM Yogyakarta.
"Saya betul-betul berusaha banget ke Adidas, saya enggak mau tahu gimana caranya kalau mau berpartner dengan PSIM harus ada Batik Parangnya, gitu," katanya.
Motif batik parang ditempatkan di bagian depan jersi, tepatnya di area bahu dan dekat dengan tiga garis khas Adidas.
Penempatan tersebut, lanjutnya, dipilih karena keduanya merupakan simbol yang khas, baik bagi PSIM maupun Adidas.
"Strip Adidas itu identik banget dengan Adidas dan Batik Parang itu identik banget dengan PSIM, makanya kita memang sengaja di-placement di situ," ujarnya.
Menurut Yuliana, kontrak kerja sama PSIM Yogyakarta dengan Adidas dilakukan untuk satu musim ke depan sembari melihat koordinasi lanjutan pada musim berikutnya.
"(Kontrak) baru satu musim, kita mau lihat dulu bagaimana tek-tokannya, koordinasinya, ukurannya, kalau misalnya oke, kita baru membicarakan untuk musim depan," katanya.
Manajemen PSIM Yogyakarta juga berencana menyediakan jersi tersebut untuk dibeli oleh penggemar dan suporter dengan mekanisme prapesan pada tahap awal ini.
"Kalau harga kisaran Rp700 ribu hingga Rp800 ribuan mungkin ya," ujarnya.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026