PTBA dan UGM uji penggunaan pupuk kalium humat di Sawahlunto
Sawahlunto (ANTARA) - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) menguji penggunaan pupuk kalium humat hasil hilirisasi batu bara pada lahan sawah Kelompok Tani Tampang Jaya di Desa Talawi Mudik, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, untuk memantau pengaruhnya terhadap hasil panen sekaligus mengenalkan alternatif pupuk kepada petani.
Asset Development Section Head PTBA Ombilin Mining Site Sugiatno, di Sawahlunto, Jum’at, mengatakan perusahaan terus meneliti potensi pemanfaatan produk hilirisasi batu bara untuk berbagai kebutuhan produktif masyarakat, termasuk sektor pertanian.
Kalium humat yang diolah dari batu bara berkalori rendah tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan hasil panen gabah petani.
“Tentu harapan kita dengan campuran pupuk kalium humat hasil panen gabah petani di kelompok Tani Tampang Jaya, Desa Talawi bisa lebih meningkat. Ini jadi langkah untuk membantu peningkatan tersebut, sekaligus mengoptimalkan manfaat produk hilirisasi pertambangan agar tidak hanya untuk operasional perusahaan namun juga berdampak langsung bagi masyarakat seperti petani,” katanya.
Kemudian peneliti UGM Anton Sujarwo yang menyampaikan sosialisasi dan edukasi kepada Kelompok Tani Tampang Jaya Talawi pada Kamis (22/10) di Desa Talawi Mudiak menjelaskan kalium humat sebelumnya juga telah diuji coba pada lahan pertanian di Sumatera Selatan dan sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sumatera Selatan. Dengan hasil uji coba sejauh ini terpantau bagus dan sesuai target, sehingga uji coba diperluas ke daerah lain seperti di Sumatera Barat.
“Singkatnya, kalium humat mengandung unsur hara kalium yang dibutuhkan tanaman untuk mendukung proses fotosintesis dan membantu tanaman menghadapi stres. Produk tersebut juga berpotensi memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah,” ujar dia merinci.
Setelah itu, peneliti UGM lainnya Nidha Nikmah Chairunnisa turut memberikan sosialisasi kepada petani mengenai karakteristik dan teknik praktis dalam pemanfaatan kalium humat.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto Heni Purwaningsih menyatakan kesiapan pemerintah daerah mendukung kegiatan tersebut melalui pendampingan penyuluh pertanian setempat.
“Kami melihat ini potensi yang bagus bagi petani, ada alternatif pupuk yang sedang dikaji secara ilmiah. Tentu penyuluh pertanian nanti bisa ikut mendampingi dan mengawal agar penerapannya sesuai, aman dan produktif bagi petani,” kata dia.