Purbaya Siapkan Mesin Baru untuk Dongkrak Ekonomi Papua dan Maluku
AKURAT.CO Pertumbuhan ekonomi di kawasan Maluku dan Papua menjadi perhatian pemerintah setelah mencatatkan pertumbuhan hanya 1,36% secara tahunan pada triwulan II-2026, jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 5,29%.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengakui sumber pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah tersebut belum berkembang secara optimal sehingga diperlukan kebijakan yang lebih terarah.
Menurut Purbaya, pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang berpotensi menjadi motor pertumbuhan baru.
Baca Juga: Purbaya Optimistis Ekonomi RI Dekati 6 Persen pada Semester II
"Kita akan belajar lebih dalam, dan kita akan memastikan ada mesin pertumbuhan ekonomi yang bisa dihidupkan di sana," kata Purbaya dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026)
Ia menjelaskan, penyusunan strategi tersebut dilakukan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, tetapi juga mampu mendorong pemerataan pembangunan antardaerah.
Di sisi lain, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap sektor industri pengolahan yang kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) mengalami penurunan.
Namun demikian, Purbaya menilai penurunan pangsa tersebut belum tentu menunjukkan pelemahan sektor manufaktur.
Menurut dia, terdapat peluang pemulihan permintaan global pada semester II-2026 yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat industri pengolahan sebagai salah satu mesin pertumbuhan nasional.
Pemerintah pun menyiapkan berbagai instrumen kebijakan untuk memperkuat daya saing sektor manufaktur sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan yang masih tertinggal.
Baca Juga: Tegaskan Dana Pendidikan Tak Lagi Untuk MBG Mulai 2028, Purbaya: Kita Ikuti Putusan MK
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkecil kesenjangan pertumbuhan ekonomi antarwilayah sekaligus memperluas sumber pertumbuhan nasional dalam jangka menengah.