Purbaya Tegaskan Ekonomi Kuartal II-2026 Takkan Jauh dari 5,4 Persen, Ini Faktornya
Senin, 3 Agustus 2026 - 18:14 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksi, pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II-2026 akan tumbuh di kisaran 5,4-5,6 persen, akibat banyaknya tekanan dari faktor eksternal global.
Baca Juga
Namun, Purbaya yang juga Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) itu meyakini, meskipun banyak yang memproyeksi bahwa ekonomi kuartal II bakal menurun, namun angkanya tak akan jadi dari prediksinya tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebab, sejumlah upaya dan bauran kebijakan pemerintah juga telah berupaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional, melalui berbagai hal seperti misalnya program bantuan sosial demi menjaga daya beli masyarakat.
Baca Juga
"Prediksinya (pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026) di bawah 5,6 persen. Tapi saya pikir enggak akan jauh juga dari 5,4 (persen)," kata Purbaya dalam konferensi pers di kantor LPS, kawasan SCBD, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
- [Mohammad Yudha Prasetya]
Baca Juga
"Jadi meskipun memang akan melambat, tapi sepertinya juga enggak parah-parah banget," ujarnya.
Purbaya mengatakan, hal tersebut merupakan imbas dari masih tingginya tekanan global terhadap perekonomian nasional di kuartal II-2026 lalu. Utamanya dari ekskalasi konflik di Timur Tengah, yang masih penuh ketidakpastian dan berdampak pada lonjakan harga energi global.
"Karena saat memasuki triwulan II 2026, tekanan eksternal kembali meningkat seiring eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi yang tinggi, volatilitas pasar keuangan global, serta tekanan terhadap nilai tukar dan arus modal," kata Purbaya.
Meski demikian, Purbaya mengaku optimis bahwa pertumbuhan ekonomi nasional yang kuat pada kuartal II-2026 masih akan tetap terjadi.
Utamanya karena ditopang oleh daya beli masyarakat yang terus dijaga oleh pemerintah, melalui sejumlah program seperti misalnya perlindungan sosial, stabilitas harga pangan dan energi, serta stimulus diskon transportasi pada periode libur sekolah lalu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, Purbaya memastikan bahwa KSSK sendiri akan terus berupaya menjaga aspek ketahanan domestik, yang tercermin dari masih adanya sejumlah pertumbuhan. Hal itu pun menurutnya masih mampu menggerakkan aktivitas ekonomi domestik, sebagai wujud dari kuatnya daya tahan perekonomian nasional.
"Perekonomian domestik masih menunjukkan ketahanan, yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap solid dan ketahanan sektor keuangan yang terjaga," ujarnya.
Purbaya Pede Ekonomi Sepanjang 2026 Bakal Tumbuh hingga 6 Persen, Begini Strateginya
Purbaya memproyeksi bahwa perekonomian nasional di tahun 2026 bakal tumbuh antara 5,6-6 persen, ditopang sinergi kebijakan pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan.
VIVA.co.id
3 Agustus 2026