kingsheadwye.com

Purbaya Tegaskan Rating Kredit Outlook Stabil dari S&P Bukti Ekonomi RI Tetap Tangguh

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:59 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menilai, keputusan Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s Global Ratings (S&P) mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil, menegaskan kepercayaan dunia internasional terhadap ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga

Dia mengatakan, afirmasi peringkat itu menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, meski dunia masih menghadapi tekanan akibat tingginya suku bunga global, volatilitas pasar keuangan, serta fluktuasi harga energi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Keputusan S&P mempertahankan peringkat Indonesia pada level investment grade dengan outlook stabil menunjukkan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional terjaga kredibel. Pemerintah terus menjaga disiplin fiskal, memperkuat basis penerimaan negara, meningkatkan kualitas belanja, serta memastikan pembiayaan dikelola secara prudent, efisien dan berkelanjutan,” kata Purbaya dalam keterangannya, Senin, 13 Juli 2026.

Baca Juga

S&P Global Ratings

Photo :

  • [Istimewa]

S&P memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap berada di kisaran 5 persen dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Pada 2026, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mencapai sekitar 5,1 persen.

Baca Juga

Purbaya menuturkan, pada kuartal I-2026, ekonomi Indonesia tercatat mampu tumbuh 5,6 persen secara tahunan (yoy), didorong kuatnya permintaan domestik dan meningkatnya aktivitas investasi.

S&P turut memberikan penilaian positif terhadap komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Komitmen tersebut dinilai menjadi policy anchor yang memperkuat kredibilitas kebijakan fiskal Indonesia. Lembaga pemeringkat itu juga mencatat pemulihan penerimaan negara yang semakin kuat.

Pendapatan negara pada semester I-2026 tumbuh sekitar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didukung penguatan administrasi perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta optimalisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), terutama dari sektor sumber daya alam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Purbaya mengatakan, pemerintah akan terus memperkuat kualitas APBN melalui penguatan perpajakan dan PNBP, peningkatan kepatuhan serta digitalisasi administrasi perpajakan.

Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan penerimaan dari sektor mineral dan sumber daya alam, meningkatkan efektivitas dan ketepatan sasaran belanja negara, mengelola pembiayaan secara efisien, serta mengendalikan risiko utang.

Halaman Selanjutnya

Dalam laporannya, S&P menilai berbagai reformasi struktural yang tengah dijalankan pemerintah berpotensi memperkuat pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah.