Putin: Rusia tak berniat agresif terhadap Eropa
Istanbul (ANTARA) - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia tidak memiliki niat agresif terhadap Eropa dan siap memulihkan hubungan serta bekerja sama dengan negara-negara tetangganya di kawasan tersebut.
Saat berbicara dalam rapat Komisi Industri-Militer pada Jumat, Putin menuduh sejumlah pemimpin Eropa sedang mempersiapkan perang dengan Rusia dengan menggunakan konflik Ukraina dan ancaman Rusia sebagai alasan kebijakan mereka.
“Saya ingin menegaskan sekali lagi: Rusia tidak memiliki niat agresif terhadap Eropa atau negara-negara Eropa. Sama sekali tidak ada alasan untuk itu. Kami siap bekerja sama dan memulihkan hubungan dengan negara-negara tetangga Eropa,” katanya.
Putin juga mengkritik negara-negara Eropa yang menggelar latihan militer di Laut Baltik. Menurut dia, latihan tersebut mencakup persiapan untuk menyita kapal-kapal sipil.
“Mereka terus berbicara tentang membela hukum internasional dan menegakkan norma-normanya, tetapi pada saat yang sama mereka mempersiapkan diri untuk menyita kapal-kapal sipil,” ujar Putin.
Dia mengatakan Moskow akan merespons jika diperlukan. “Mari kita hidup damai. Jika tidak, kami juga akan terpaksa merespons,” katanya.
Putin juga memaparkan prioritas Program Persenjataan Negara Rusia yang baru, yang menurut dia akan berfokus pada modernisasi angkatan bersenjata dan industri pertahanan di tengah ancaman global yang terus berkembang.
Dia menyebut penguatan triad nuklir Rusia sebagai “prioritas mutlak” karena dinilai menjamin kedaulatan dan membantu mempertahankan keseimbangan kekuatan global.
Putin mengatakan 92 persen Pasukan Rudal Strategis Rusia telah dilengkapi persenjataan modern.
Selain itu, dia menyebut penguatan pertahanan udara, perluasan sistem nirawak dan robotik, pengembangan senjata serangan presisi, serta penyelesaian konstelasi satelit orbital Rusia sebagai sejumlah prioritas utama.
Menurut Putin, jaringan satelit tersebut akan meningkatkan kemampuan pengintaian berbasis ruang angkasa, navigasi, komunikasi, dan internet pita lebar, sekaligus memungkinkan komando serta pengendalian pasukan dan senjata secara waktu nyata.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Putin: Pengerahan pasukan Eropa ke Ukraina berarti perang dengan Rusia
Baca juga: Rusia dukung pemulihan hubungan secara penuh dengan Amerika Serikat
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.