Qatar dan Spanyol Perkuat Kerja Sama Keamanan Jelang Piala Dunia 2030 |Republika Online
Pemain Kroasia dan pelatih kepala Zlatko Dalic (bac 3L) bereaksi setelah pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia FIFA 2022 antara Kroasia dan Maroko di Khalifa International Stadium di Doha, Qatar, Sabtu, 17 Desember 2022.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Qatar dan Spanyol memperkuat kerja sama di bidang keamanan menjelang penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2030. Kedua negara sepakat meningkatkan koordinasi untuk mendukung keamanan turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Kesepakatan itu tercapai setelah Menteri Dalam Negeri sekaligus Komandan Pasukan Keamanan Internal (Lekhwiya) Qatar, Sheikh Khalifa bin Hamad bin Khalifa Al Thani, bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska Gómez di Spanyol, Senin (7/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri membahas hubungan bilateral Qatar dan Spanyol, khususnya kerja sama di sektor keamanan. Keduanya juga membicarakan sejumlah isu lain yang menjadi kepentingan bersama.
Pembahasan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Surat Pernyataan Niat (Letter of Intent) mengenai kerja sama keamanan untuk Piala Dunia FIFA 2030.
Kesepakatan itu menjadi langkah untuk memperkuat koordinasi antara Kementerian Dalam Negeri Qatar dan Kementerian Dalam Negeri Spanyol dalam menghadapi penyelenggaraan turnamen empat tahunan tersebut.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memastikan aspek keamanan selama Piala Dunia 2030 berjalan secara optimal. Koordinasi lintas negara dinilai penting mengingat besarnya skala penyelenggaraan dan mobilitas suporter dari berbagai penjuru dunia.
Piala Dunia 2030 akan menjadi turnamen istimewa karena digelar di tiga negara utama, yakni Spanyol, Portugal, dan Maroko. Selain itu, tiga pertandingan pembuka akan dilaksanakan di Amerika Selatan sebagai bagian dari perayaan 100 tahun Piala Dunia.
Dengan kesepakatan tersebut, dikutip dari Qatar Tribune, Qatar turut mengambil bagian dalam penguatan kerja sama keamanan internasional menuju Piala Dunia 2030, berdasarkan pengalaman negara tersebut dalam menggelar Piala Dunia FIFA 2022