kingsheadwye.com

Rafi latihan "jadi TNI" hingga tulis buku demi peran Djamin Ginting

Jakarta (ANTARA) - Aktor Rafi Sudirman tidak hanya mengandalkan latihan akting untuk memerankan pahlawan nasional Djamin Ginting dalam film biopik "Djamin Setia Selamanya".

Demi memahami sosok yang diperankannya, Rafi harus berlatih fisik, cara menggunakan senjata, bahkan hingga menulis sebuah buku mengenai sejarah Djamin Ginting sebagai bagian dari riset dan pendalaman karakter.

Djamin Ginting merupakan pahlawan nasional dan tokoh militer asal Karo, Sumatera Utara, yang berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Utara.

Rafi mengatakan buku tersebut membantunya memahami perjalanan hidup Djamin Ginting, mulai dari latar belakang hingga kiprahnya sebagai pejuang, sehingga ia dapat memahami sosok yang akan diperankannya dalam film.

Baca juga: Rafi Sudirman buat jurnal cinta berbalut musik bertajuk EP "Endlessly"

Baca juga: Curahan hati Rafi Sudirman tertuang dalam "All That I Need"

"Aku mengerti filmnya, kalau Pak Djamin waktu itu aku belum memahami, jadi rasanya aku harus riset sendiri, rasanya aku harus menulis suatu pengertian tentangnya, bagaimana sosoknya. Aku mempelajari bagaimana sejarahnya dari beliau lahir, beliau menjadi tentara (Jepang) Gyugun, beliau menjadi pemberontak,” ujar Rafi kepada ANTARA usai screening film tersebut di Jakarta, Minggu.

Saat ditanya jumlah halaman, Rafi tidak pernah menghitungnya, namun, ia kemudian menunjukkan ketebalan buku tersebut dengan merentangkan ibu jari dan telunjuknya, yang menggambarkan buku riset yang cukup tebal.

Pendalaman karakter tersebut tidak berhenti pada riset sejarah. Penulis lagu kelahiran 2003 itu juga dituntut menjalani latihan fisik, mengingat film tersebut menampilkan Djamin Ginting sebagai tentara dan pemimpin dalam sejumlah adegan peperangan sebagai pejuang kemerdekaan, termasuk adegan pertempuran di medan hutan, merayap di lumpur, hingga menggunakan senjata.

Aktor sekaligus penyanyi tersebut menjalani latihan fisik selama kurang lebih satu bulan, sekaligus mempelajari bahasa Belanda, dialek Batak Karo, dan penggunaan senjata dengan pelatih khusus.

“Kurang lebih satu bulan. Aku latihan fisik, latihan bahasa, sekaligus latihan memegang senjata,” ujarnya.

Baca juga: Sentuhan pop manis Rafi Sudirman di lagu "When I'm All Alone"

Untuk mendukung penampilannya, Rafi juga melakukan penyesuaian fisik. Ia sempat mengurangi konsumsi gula dan olahraga lari untuk menurunkan berat badan karena merasa tubuhnya masih terlalu berisi untuk memerankan Djamin Ginting. Ia juga menjalani "tanning" atau proses menggelapkan warna kulit agar sesuai dengan sosok yang diperankan.

Selain mempelajari sejarah secara mandiri, Rafi juga berdiskusi dengan keluarga Djamin Ginting, terutama tentang hubungan Djamin dengan istrinya, Likas Tarigan.

"Saya sangat berterima kasih karena telah diberi kesempatan untuk memerankan pahlawan nasional, tokoh militer, pejuang kemerdekaan, Pak Djamin Ginting, itu sebuah kehormatan bagi saya, dan saya merasa ini merupakan suatu tantangan dan kesempatan yang tidak akan pernah saya lupakan," Rafi menambahkan.

Adapun film "Djamin Setia Selamanya" diagendakan tayang di layar lebar mulai 1 Oktober, mengisahkan dedikasi pahlawan nasional Letjen TNI (Purn.) Djamin Ginting, seorang pemuda asal Tanah Karo yang menjadi tokoh sentral pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Lahir pada tahun 1921, Djamin (diperankan oleh Rafi Sudirman) mengenyam pendidikan bentukan Belanda di Handelsschool sebelum akhirnya menyadari ketidakadilan dari sistem kolonial. Ia sempat bergabung dengan tentara Gyugun bentukan Jepang demi meraih janji kemerdekaan.

Baca juga: Dere sukses gelar konser "Pentas Rubik" bertabur kejutan

Baca juga: Erwin Gutawa gandeng dua penyanyi muda bawakan lagu January Christy

Baca juga: Rafi Sudirman bawakan ulang "Heaven" dari MALIQ & D'Essentials

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.