kingsheadwye.com

Rangkul Asa-mahasiswa UNBITTA tingkatkan layanan kesehatan inklusif - ANTARA News Gorontalo

Gorontalo (ANTARA) - Komunitas Rangkul Asa bersama mahasiswa Program Studi Promosi Kesehatan Universitas Bina Taruna (UNBITTA) Gorontalo meningkatkan pemahaman tentang layanan kesehatan inklusif melalui kolaborasi edukasi yang melibatkan penyandang disabilitas.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Nongkrong Inklusi sebagai ruang belajar bersama untuk mengenali kebutuhan penyandang disabilitas sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya pelayanan kesehatan yang setara dan ramah bagi semua orang, Sabtu (17/10).

Dosen UNBITTA Gorontalo Sri Ade Muhtya Gobel, dalam keterangannya di Gorontalo, Senin, mengatakan kegiatan yang telah digelar bersama Rangkul Asa tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa Prodi Promosi Kesehatan bahwa layanan kesehatan harus menjangkau seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

"Diadakannya agenda itu, bermaksud untuk mengajak teman-teman Prodi Promosi Kesehatan sadar bahwa layanan kesehatan itu harus menyeluruh aspek yang dipelajari, karena selanjutnya klien kesehatan bukan hanya teman dengar atau nondisabiltas, tetapi juga teman disabilitas," ujarnya.

Sementara itu, Co-founder Rangkul Asa Triska mengatakan kolaborasi tersebut menjadi upaya menghubungkan pembelajaran akademis dengan pengalaman nyata penyandang disabilitas dalam mengakses layanan kesehatan dan berinteraksi dengan masyarakat.

"Melalui kolaborasi ini, kami ingin menjembatani teori akademis dengan realitas di lapangan. Edukasi empati yang selama ini kami bawa melalui Sapa Inklusi kini kita terapkan bersama Promkes UNBITA, agar para calon tenaga kesehatan tidak hanya paham cara mendampingi, tetapi juga sigap memberikan akses layanan yang setara, ramah, dan menghormati martabat teman-teman disabilitas," katanya.

Ia menjelaskan, sebelumnya Rangkul Asa lebih banyak melaksanakan program Sapa Inklusi melalui kegiatan bermain sambil belajar bersama anak-anak sekolah dasar. Kolaborasi dengan mahasiswa UNBITTA menjadi kesempatan untuk memperluas edukasi inklusi ke lingkungan perguruan tinggi, terutama bagi calon tenaga kesehatan.

"Kami yang dahulu baru bisa melaksanakan Sapa Inklusi bermain sambil belajar di sekolah, sekarang tidak menyangka bisa menuangkan kolaborasi ini lebih dalam ke bidang kampus dan khususnya promosi kesehatan," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, penyandang disabilitas netra Kevin Putra Luneto juga menekankan pentingnya menempatkan penyandang disabilitas sebagai individu yang memiliki hak untuk berpartisipasi aktif, termasuk dalam kegiatan pendidikan dan penelitian.

Ia mengatakan penyandang disabilitas netra agar tidak hanya dijadikan objek penelitian, tetapi juga dilibatkan secara bermakna sehingga kegiatan yang dilakukan turut mendukung pemberdayaan mereka.

Pemahaman mengenai cara mendampingi penyandang disabilitas netra dan membangun kepercayaan antara penyandang disabilitas, pendamping, serta masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan interaksi yang lebih inklusif.

Kolaborasi Rangkul Asa dan mahasiswa UNBITTA diharapkan dapat memperluas ruang belajar mengenai disabilitas di lingkungan pendidikan sekaligus mendorong calon tenaga kesehatan memahami pentingnya pelayanan yang menghormati hak, kebutuhan, dan martabat setiap pasien.

"Melalui kegiatan tersebut, edukasi inklusi diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan di ruang akademis, tetapi juga diterapkan dalam praktik pelayanan kesehatan dan kehidupan sehari-hari," katanya.

Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.