Ranking Terbaru Bank Sentral dengan Aset Terbesar di Dunia, RI Berapa?
Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
16 September 2026 18:50
Jakarta, CNBC Indonesia - Besarnya perekonomian suatu negara tidak selalu berjalan searah dengan ukuran neraca bank sentralnya. Amerika Serikat (AS) dan China merupakan dua ekonomi terbesar dunia, tetapi keduanya justru tidak menempati posisi teratas dalam daftar bank sentral dengan aset terbesar dibandingkan produk domestik bruto (PDB).
Posisi teratas ditempati Hong Kong. Aset milik bank sentralnya (Hong Kong Monetary Authority/HKMA) mencapai 130,1% terhadap PDB. Nilainya bahkan lebih besar daripada seluruh barang dan jasa yang dihasilkan perekonomian Hong Kong dalam setahun.
Swiss menyusul di peringkat kedua dengan rasio 102,5%. Selanjutnya terdapat Singapura sebesar 95,1% dan Jepang 94,4%.
Keempatnya menjadi satu-satunya negara dan pusat keuangan dalam daftar yang memiliki aset bank sentral lebih dari 90% terhadap PDB.
Temuan tersebut berasal dari pemeringkatan yang disusun Aneesh Anand berdasarkan data terbaru kuartal I atau II-2026 dalam Bank for International Settlements (BIS) yang dilansir melalui Visual Capitalist.
Aset bank sentral dalam perhitungan BIS mencakup emas dan cadangan devisa, surat utang pemerintah, tagihan kepada lembaga keuangan, serta aset tetap dan aset nonkeuangan lainnya.
Perbandingan dengan PDB digunakan untuk melihat seberapa besar neraca bank sentral dibandingkan ukuran perekonomian masing-masing negara.
Mengapa Hong Kong Begitu Besar?
Besarnya neraca bank sentral Hong Kong tidak dapat dilepaskan dari posisi negara sebagai salah satu pusat keuangan dunia. Wilayah tersebut juga memiliki sistem moneter yang berbeda dibandingkan sebagian besar negara lain.
Dolar Hong Kong terikat dengan dolar AS melalui sistem nilai tukar tetap atau linked exchange rate system. Untuk menjaga hubungan nilai tukar tersebut, HKMA harus mempunyai dukungan aset berdenominasi valuta asing dalam jumlah yang besar.
Sistem itu membuat cadangan valuta asing dan aset HKMA menjadi sangat besar dibandingkan ukuran perekonomian Hong Kong.
Besarnya sektor keuangan turut memperlebar perbandingan tersebut. Berdasarkan data KPMG, bank-bank berlisensi di Hong Kong memiliki total aset HK$26 triliun pada akhir 2025, tumbuh 7,1% dibandingkan tahun sebelumnya.
Swiss dan Singapura juga dikenal sebagai pusat keuangan sekaligus tempat penyimpanan kekayaan dunia. Kedua negara memiliki cadangan serta aset keuangan yang besar, sedangkan ukuran ekonomi domestiknya relatif lebih kecil dibandingkan AS maupun China.
Jepang memiliki cerita berbeda. Neraca Bank of Japan membengkak setelah bertahun-tahun menjalankan kebijakan moneter longgar dan membeli surat utang pemerintah dalam jumlah besar.
Pembelian tersebut dilakukan untuk menekan biaya pinjaman, mengalirkan likuiditas ke sistem keuangan, dan membantu perekonomian keluar dari tekanan deflasi. Surat utang yang dibeli kemudian tercatat sebagai aset dalam neraca Bank of Japan.
Thailand Tertinggi di Asia Tenggara
Di antara negara-negara Asia Tenggara dalam daftar 20 besar, Thailand tercatat sebagai pemegang rasio tertinggi. Aset yang dimiliki Bank of Thailand mencapai 55,3% terhadap PDB dan menempatkannya di peringkat kelima dunia.
Posisi Thailand berada jauh di atas Uni Emirat Arab, Arab Saudi, China, India, Korea Selatan, hingga Indonesia.
Singapura memang mempunyai rasio lebih tinggi, yakni 95,1%. Namun, karakter perekonomiannya berbeda karena berstatus sebagai pusat keuangan global dengan cadangan devisa yang sangat besar dibandingkan ukuran ekonomi domestiknya. Kurang lebihnya mirip seperti Hong Kong.
Indonesia Berada di Peringkat Ke-17
Indonesia menempati peringkat ke-17 dari 20 negara yang masuk pemeringkatan. Aset yang tercatat dimiliki Bank Indonesia setara dengan 19,1% dari PDB.
Posisi tersebut berada sedikit di bawah AS yang mencatatkan rasio 21,2%, tetapi lebih tinggi daripada Turki sebesar 18,6%, Meksiko 14,7%, dan Australia 12,9%.
Di antara negara Asia Tenggara dalam daftar, rasio Indonesia berada di bawah Singapura dan Thailand.
Namun, rasio yang tinggi bukan berarti kondisi ekonomi suatu negara lebih kuat. Sebaliknya, rasio yang rendah juga tidak menandakan bank sentralnya lebih lemah.
Besarnya aset bank sentral sangat bergantung pada kebijakan yang dijalankan setiap negara. Ada bank sentral yang menyimpan cadangan devisa dalam jumlah besar, ada pula yang banyak membeli obligasi untuk menjaga perekonomian ketika krisis.
Pembelian obligasi dalam jumlah besar akan membuat aset dalam neraca bank sentral meningkat. Namun, kenaikan tersebut tidak serta-merta membuat negara itu lebih kaya dibandingkan negara lain yang memiliki rasio lebih rendah.
AS dan China Bukan yang Terbesar
Ada hal menarik dari posisi China dan Amerika Serikat (AS). Meski menjadi dua ekonomi terbesar dunia, keduanya tidak berada di urutan teratas dalam daftar ini.
Bank sentral China (People's Bank of China) rasio aset nya terhadap PDB hanya sebesar 34,4%, menempatkan China di peringkat ke-11. Sementara itu, bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) berada di posisi ke-16 dengan rasio 21,2%.
Penyebabnya terletak pada ukuran ekonomi kedua negara yang sangat besar. Nilai aset bank sentral China dan AS memang besar, tetapi ketika dibandingkan dengan PDB masing-masing negara, persentasenya jadi jauh lebih kecil.
Oleh karenanya, Angka tersebut hanya memperlihatkan perbandingan antara aset bank sentral dan ukuran ekonomi setiap negara.
CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]
(evw/evw)