Rasio Klaim Penjaminan Membaik Jadi 96,01% per Juni 2026, Ini Kata Asippindo
ILUSTRASI. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, rasio klaim penjaminan konvensional berada di level 96,01% per Juni 2026. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, rasio klaim penjaminan konvensional berada di level 96,01% per Juni 2026. Nilainya berangsur membaik sejak beberapa bulan terakhir yang berada di atas 100%. Misalnya saja, rasio klaim tercatat sebesar 103,31% per April 2026, kemudian sebesar 100,47% per Mei 2026.
Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menilai perbaikan rasio klaim industri dipengaruhi sejumlah faktor.
Sekretaris Jenderal Asippindo Agus Supriadi mengatakan salah satu faktornya, yakni menurunnya pengajuan klaim, meningkatnya pendapatan imbal jasa penjaminan, serta perbaikan kualitas pembiayaan.
"Selain itu, dipengaruhi juga penguatan underwriting dan monitoring risiko," ujarnya kepada Kontan, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga: Allianz Indonesia Mencatat Total Aset Gabungan Rp 41,9 Triliun per Juni 2026
Melihat tren itu, Agus menyampaikan peluang perbaikan rasio klaim industri masih terbuka ke depannya. Dengan catatan, apabila kondisi ekonomi dan kualitas pembiayaan tetap terjaga.
Dia menerangkan idealnya, rasio klaim industri berada di bawah 70%–80% dan secara konsisten tidak melampaui 100%.
Untuk menekan rasio klaim, Agus mengatakan industri penjaminan perlu menerapkan sejumlah upaya. Dia bilang upayanya, yakni perlu memperkuat underwriting dan credit scoring, menerapkan tarif berbasis risiko, meningkatkan monitoring portofolio, serta memperkuat penjaminan ulang.
"Ditambah, mengoptimalkan subrogasi, serta mengevaluasi kerja sama dan pembagian risiko dengan mitra," ucap Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
- penjaminan
- Industri penjaminan
- Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo)