kingsheadwye.com

Realisasi Belanja Subsidi dan Kompensasi Tembus Separuh Target APBN 2026, Dipicu Kenaikan Konsumsi Energi

Bagikan:

JAKARTA – Pemerintah telah merealisasikan belanja subsidi dan kompensasi sebesar Rp233 triliun hingga akhir Semester I 2026 atau setara dengan 52,1 persen dari pagu yang dialokasikan dalam APBN 2026.

Berdasarkan Laporan APBN KiTA Edisi Juni 2026 yang diterbitkan Kementerian Keuangan, realisasi tersebut terdiri atas subsidi sebesar Rp116 triliun dan kompensasi senilai Rp116,9 triliun.

Kementerian Keuangan menjelaskan besarnya realisasi subsidi dan kompensasi dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain fluktuasi Indonesian Crude Price (ICP), pergerakan nilai tukar rupiah, serta meningkatnya volume penyaluran bahan bakar minyak (BBM), LPG 3 kilogram, dan listrik bersubsidi.

"Volatilitas harga minyak akibat dinamika geopolitik global dapat meningkatkan realisasi subsidi energi," tulis dalam laporan tersebut, dikutip Jumat, 24 Juli.

Hingga akhir Juni 2026, penyaluran BBM bersubsidi mencapai 7,98 juta kiloliter (KL), meningkat 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 7,41 juta KL.

Sementara itu, distribusi LPG tabung 3 kilogram mencapai 3,56 juta ton, atau naik 2 persen dibandingkan Semester I 2025 yang sebesar 3,49 juta ton.

Selanjutnya, jumlah pelanggan listrik bersubsidi juga terus bertambah menjadi 43,1 juta pelanggan, meningkat 2,1 persen secara tahunan dari 42,2 juta pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.

Di sektor nonenergi, penyaluran subsidi pupuk menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu hingga Semester I 2026, volume pupuk bersubsidi yang telah disalurkan mencapai 4,5 juta ton, melonjak 21,4 persen dibandingkan realisasi Semester I 2025 sebesar 3,7 juta ton.

"Subsidi nonenergi terutama dipengaruhi oleh meningkatnya pembayaran subsidi pupuk," jelasnya.

BACA JUGA:


Selain itu, jumlah debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menerima subsidi bunga mencapai 2,4 juta debitur, atau meningkat 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+