Rekaman Video Ungkap Kepanikan Siswa saat Penembakan Sekolah Thailand yang Tewaskan 5 Orang Guru
Penembakan tersebut dilakukan seorang siswa berusia 14 tahun. Polisi menyebut remaja itu melepaskan 26 tembakan dalam serangan yang menewaskan tujuh orang, termasuk dirinya sendiri.
Sebanyak 23 orang lainnya dilaporkan terluka.
Siswa Mengira Suara Tembakan adalah Petasan
Ketakutan juga tergambar dari kesaksian siswa yang berhasil keluar dari gedung sekolah.
Seorang siswa berusia 18 tahun mengatakan awalnya ia mengira suara yang terdengar seperti suara petasan. Ia baru menyadari situasi sebenarnya setelah seorang guru memerintahkannya untuk segera meninggalkan gedung.
Sejumlah siswa bahkan keluar dari sekolah hanya mengenakan kaus kaki atau bertelanjang kaki. Mereka membawa telepon seluler dan beberapa lembar kertas saat berusaha menyelamatkan diri.
Sementara siswa lainnya tetap bersembunyi di bawah meja sambil menangis dan menunggu suara tembakan berhenti.
Polisi mengatakan selain 26 peluru yang ditembakkan, petugas menemukan 34 butir amunisi lainnya di lokasi kejadian.
Pelaku Diduga Bunuh Kakek-Nenek Sebelum ke Sekolah
Investigasi polisi mengungkap fakta mengejutkan mengenai beberapa jam sebelum penembakan di sekolah.
Remaja tersebut diduga terlebih dahulu membunuh kakek dan neneknya di rumah sekitar pukul 05.00 waktu setempat.
Kepala Kepolisian Bang Bua Thong, Kolonel Polisi Thadsakorn Konthong, mengatakan kedua korban masing-masing tewas akibat satu tembakan di bagian kepala.
Setelah kejadian tersebut, remaja itu kemudian menaiki kendaraan antar-jemput sekolah yang menjemputnya dari rumah.
Polisi menyebut pelaku membawa senjata api dan puluhan amunisi ketika berangkat ke sekolah.
Jarak rumah pelaku dengan Debsirin Nonthaburi School diperkirakan sekitar 18 kilometer.
Penembakan Terjadi Saat Pelajaran Berlangsung
Pelaku tiba di sekolah sebelum pelajaran dimulai. Kelas pertamanya berlangsung sekitar pukul 08.30 waktu setempat, kemudian pelajaran berikutnya dimulai pada pukul 09.20.
Polisi memperkirakan sekitar 30 menit setelah pelajaran kedua dimulai, pelaku mengeluarkan senjata dan mulai menembak.
Panggilan mengenai penembakan diterima polisi sekitar pukul 09.57.
Menurut polisi, pelaku diduga pertama kali menargetkan sejumlah guru di lantai enam gedung tempatnya belajar.
Tiga guru dilaporkan tewas.
Setelah itu, pelaku bergerak melalui koridor dan menembaki siswa.
Komandan Kepolisian Provinsi Nonthaburi, Mayor Jenderal Polisi Dejrapee Kongdee, mengatakan pelaku kemudian bertemu wakil kepala sekolah dan sekretaris kepala sekolah di sebuah tangga.
Keduanya juga ditembak hingga tewas.
Polisi Evakuasi Siswa dari Gedung Sekolah
Setelah menerima laporan penembakan, polisi mendatangi sekolah dan segera mengevakuasi siswa serta guru dari sejumlah bangunan.
Petugas kemudian melakukan penyisiran ruangan demi ruangan.
Pelaku akhirnya ditemukan di lantai empat sebuah gedung sekitar pukul 10.40.
Saat ditemukan, remaja tersebut masih hidup setelah menembak dirinya sendiri.
Ia kemudian dibawa ke rumah sakit, tetapi meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.
Senjata Disebut Milik Kakek Pelaku
Polisi mengatakan senjata api yang digunakan dalam penembakan diduga merupakan milik kakek pelaku.
Penyidik menemukan indikasi bahwa senjata tersebut diambil dari kamar sang kakek sebelum dibawa ke sekolah.
Fakta tersebut kini menjadi bagian penting dalam penyelidikan, terutama untuk mengetahui bagaimana seorang remaja berusia 14 tahun dapat mengakses senjata api dan puluhan amunisi.
Motif Penembakan Masih Diselidiki
Hingga kini, motif pasti penembakan masih belum diketahui.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan remaja tersebut diduga mengalami tekanan terkait pendidikan dan serangan kemungkinan telah direncanakan.
Namun, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan motif serta rangkaian kejadian sebelum penembakan.
Pihak kepolisian menggambarkan pelaku sebagai remaja yang cenderung pendiam dan tidak terlalu mudah bergaul, tetapi memiliki kemampuan akademik yang baik.
Ia juga diketahui mengikuti les tambahan pada akhir pekan dan disebut sering bermain gim bertema penembakan hingga larut malam.
Thailand Kembali Menghadapi Persoalan Senjata Api
Penembakan di Debsirin Nonthaburi School kembali memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan senjata api di Thailand.
Sebelumnya, Perdana Menteri Anutin menyatakan pemerintah akan mengusulkan aturan baru untuk membatasi masyarakat membawa senjata api.
Anutin mengatakan aturan tersebut nantinya akan membatasi hak membawa senjata di ruang publik dan hanya memberikan kewenangan kepada pejabat pemerintah yang sedang bertugas.
Penembakan terbaru ini semakin memperkuat tekanan terhadap pemerintah Thailand untuk memperketat pengawasan kepemilikan dan akses terhadap senjata api, terutama setelah senjata milik anggota keluarga dapat digunakan oleh seorang remaja dalam serangan mematikan di sekolah.
Sumber: Indiatoday