Rekening Valas Menjamur, Nasabah Kaya Antisipasi Dinamika Pasar
Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dinamika ekonomi yang dibayangi ketidakpastian mendorong nasabah kaya mengambil berbagai langkah antisipatif. Salah satunya dengan memperkuat pendanaan dalam mata uang asing.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatatkan pertumbuhan yang pesat pada jumlah rekening simpanan valuta asing (valas) perbankan.
Hingga Mei 2026, jumlahnya mencapai 8,91 juta. Secara komposisi, tentu masih sangat kecil dibanding rekening rupiah yang mencapai 673,12 juta. Namun, jumlah rekening valas saat ini mencerminkan peningkatan 58,2% dalam setahun. Jika dibandingkan, rekening rupiah cuman tumbuh 8,4% dalam periode yang sama.
Menurut Community Financial Service Maybank Indonesia, Bianto Surodjo, pertumbuhan rekening simpanan valas di perbankan salah satunya dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Maklum, rupiah sendiri sudah melemah lebih dari 10% dalam setahun terakhir.
Baca Juga: Pertumbuhan Rekening Valas di Bank Melebihi Nominal Simpanannya, Ini Kata Analis
Itu juga yang menjelaskan mengapa secara nilai, laju pertumbuhan simpanan valas mengungguli simpanan rupiah. “Nilainya akan melonjak secara signifikan bila dilihat dari pertumbuhan secara rupiah,” jelas Bianto kepada Kontan, Selasa (21/7/2026).
Dengan laju pelemahan rupiah yang terbilang cepat ini, Bianto mencermati adanya kecenderungan nasabah untuk mempercepat pembelian dolar Amerika Serikat (AS) ataupun valas lainnya, entah itu untuk keperluan bisnis maupun pribadi, lantaran khawatir dengan pelemahan rupiah yang lebih lanjut.
Ia tak membeberkan tren pertumbuhan rekening valas di Maybank Indonesia. Namun, melihat stabilitas nilai tukar rupiah terhadap mata uang lainnya yang mulai menunjukkan arah positif, Bianto memprediksi pertumbuhan simpanan valas bakal relatif melambat ke depannya.
Sementara itu, Bank Danamon melihat menjamurnya rekening simpanan valas disebabkan oleh kebutuhan diversifikasi aset oleh nasabah.
Consumer Funding & Wealth Business Head Bank Danamon, Ivan Jaya bilang tabungan valas bank tumbuh 52% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I-2026. Sejalan dengan itu, jumlah nasabah yang memiliki tabungan valas, utamanya pada segmen emerging affluent dan affluent, tumbuh kisaran 22% yoy.
Ivan bilang tren ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan nasabah untuk melakukan transaksi dengan mata uang asing, baik untuk tujuan pendidikan, perjalanan, ataupun kebutuhan bisnis. Apalagi, lanjutnya, Bank Danamon menawarkan kemudahan transaksi internasional dengan berbagai program khusus di produk tabungannya.
Di samping itu, peningkatan nilai simpanan dan jumlah rekening valas, kata Ivan, juga menunjukkan peningkatan kesadaran nasabah akan pentingnya diversifikasi aset. “Faktor-faktor tersebut menjadi salah satu pendorong utama,” sebut Ivan.
Baca Juga: Rekening Valas Bank Tumbuh Pesat Awal Tahun Ini, Sejumlah Bank Sebut Sebabnya
Meski begitu, Ivan bilang kebutuhan nasabah bakal terus berkembang dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi dan dinamika pasar global. Ia memastikan pihaknya terus memantau perkembangan kebutuhan nasabah dan menghadirkan layanan yang relevan.
Dari sudut pandang bank syariah, Bank Syariah Indonesia (BSI) memandang tren positif pada simpanan valas saat ini menunjukkan bahwa minat menabung masyarakat tetap tinggi.
Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar bilang sejatinya komposisi dana di BSI masih sangat didominasi rupiah, portofolio tabungan valas masih di bawah 5%. Namun meski bukan sebagai penopang utama, simpanan valas tetap menjadi katalis pendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) bank.
Hingga Mei 2026, penempatan dana tabungan valas BSI tumbuh kisaran 20% yoy, menjadi salah satu yang menopang pertumbuhan DPK bank secara keseluruhan sebesar 16,76% yoy menjadi Rp 372 triliun.
Minat menabung masyarakat yang tetap tinggi di tengah tantangan ekonomi yang masih fluktuasi dan perilaku daya beli, kata Wisnu, mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga stabilitas keuangan dengan menyiapkan dana darurat ataupun kebutuhan di masa mendatang.
“Pertumbuhan tabungan juga menjadi indikator bahwa kepercayaan yang tinggi masyarakat terhadap sektor perbankan yang tumbuh solid,” pungkasnya.
Baca Juga: Transaksi Valas Berpotensi Naik, Bank Siaga di Tengah Fluktuasi Rupiah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News