kingsheadwye.com

Respons Menohok Raja Juli soal Pendidikan Gibran Digugat ke MK: Dulu Jokowi, Mungkin Lusa Jan Ethes

Jumat, 25 September 2026 - 10:22 WIB

Jakarta, VIVA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni memberikan respons menohok soal gugatan yang mempersoalkan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga

Raja Juli mengatakan dinamika politik saat ini seharusnya mengedepankan transparansi dan politik yang beradab. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya kira kita sekarang hidup di dunia modern yang serba transparan ya, dan politik yang beradab perlu dikedepankan. Jadi saya kira ini adalah manuver-manuver politik yang tidak beradab ya," kata Raja Juli di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip Jumat, 25 September 2026.

Baca Juga

Raja Juli mengatakan saat ini Presiden Prabowo Subianto tengah fokus terhadap bencana di Indonesia.

"Saat sekarang ini kita sedang mengalami karhutla, Pak Presiden sekarang sedang sibuk menata bangsa ini, masa masih diurus hal-hal yang remeh-temeh ya," ungkapnya.

Baca Juga

Menteri Kehutanan ini juga menyinggung polemik mengenai ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo yang sebelumnya menjadi sorotan publik. 

Ia menyebut persoalan serupa kini menyasar Gibran dan berseloroh kemungkinan dapat berlanjut kepada anggota keluarga lainnya.

"Dulu ijazah Pak Jokowi, hari ini Mas Gibran, mungkin besok Mas Kaesang, mungkin lusa ijazah Jan Ethes gitu ya," ungkapnya.

Sebelumnya, MK kembali memeriksa sengketa hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024 melalui perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Salah satu pokok yang dipersoalkan pemohon berkaitan dengan pemenuhan syarat pendidikan Gibran.

Sidang pemeriksaan pendahuluan dengan agenda penyampaian permohonan digelar di MK, Jakarta, Senin, 21 September 2026 malam.

Perkara tersebut diajukan oleh 12 pemohon, termasuk mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana. Bambang Widjojanto menjadi salah satu kuasa hukum dalam perkara tersebut.

Terkait hal ini, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Gibran menempuh pendidikan dasar hingga sekolah menengah pertama di Solo, kemudian melanjutkan pendidikan tingkat SMA di Singapura.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mas Gibran itu SD-nya di SD 16 Kota Madya Surakarta, SMP-nya di SMP Negeri 1 Kota Madya Surakarta, SMA di Orchid Park Secondary School di Singapura," kata Jokowi di Banjarsari, Kamis, 24 September 2026.

Setelah itu, kata Jokowi, Gibran melanjutkan pendidikan ke UTS Insearch di Australia. Menurutnya, UTS Insearch merupakan program pathway sebelum melanjutkan pendidikan berikutnya.

Halaman Selanjutnya

"Kemudian, itu di O-Level, setelah masuk kemudian masuk ke UTS Insearch, ini pathway supaya tahu, setelah dari situ seingat saya 3 tahun, kemudian pindah lagi masuk ke MDIS di Singapura. Jadi jelas semuanya," katanya.