kingsheadwye.com

RMI PBNU Dorong Muktamar ke-35 Tetapkan Peta Jalan Transformasi Pesantren

AKURAT.CO Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) berharap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Jombang menghasilkan rekomendasi strategis berupa peta jalan (road map) pengembangan pesantren sebagai arah kebijakan organisasi pada masa mendatang.

Ketua RMI PBNU, KH Hodri Arief, mengatakan isu transformasi pesantren perlu menjadi salah satu agenda prioritas dalam pembahasan Muktamar. Menurutnya, penguatan sistem pendidikan pesantren harus dibarengi langkah konkret untuk meningkatkan kualitas tata kelola sekaligus mencegah berbagai persoalan yang masih kerap terjadi.

"RMI berharap rumusan road map NU untuk pengembangan pesantren dapat masuk dalam rekomendasi Muktamar. Program prioritas kami meliputi transformasi pesantren, penguatan daya saing pesantren, serta pencegahan kekerasan," ujar Hodri, Rabu (29/7/2026) kepada wartawan.

Baca Juga: Muktamar Ke-35 NU Siapkan Bazar 12 Hari, Panitia Bidik Penguatan Ekonomi Umat

Ia menjelaskan, pembahasan mengenai rekomendasi strategis berada dalam kewenangan komisi program Muktamar. Meski demikian, RMI menilai penting agar arah pengembangan pesantren memperoleh perhatian khusus mengingat peran sentral lembaga tersebut dalam pendidikan Islam di Indonesia.

Selain penguatan kelembagaan, RMI juga menyoroti masih berulangnya kasus kekerasan di lingkungan pesantren yang dinilai perlu menjadi perhatian bersama. Di sisi lain, Hodri menganggap terdapat narasi tertentu yang berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap pesantren melalui pemberitaan berbagai kasus yang pernah terjadi.

Menurutnya, upaya perbaikan tata kelola harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap citra pesantren sebagai lembaga pendidikan yang selama ini memiliki kontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Sebelumnya, RMI PBNU telah memaparkan sejumlah isu strategis yang dinilai perlu dibahas dalam Muktamar ke-35 melalui forum diskusi pra-Muktamar bertema "Kekerasan di Lembaga Pendidikan Berasrama" yang digelar di Kantor PBNU, Jakarta.

Dalam forum tersebut, RMI mengidentifikasi sedikitnya tujuh persoalan utama yang memerlukan perhatian organisasi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah perubahan relasi antara kiai dan santri yang dinilai mulai mengalami pergeseran dibandingkan tradisi pendidikan pesantren selama ini.

Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Gus Ulib Tekankan Ketua PBNU Harus Mampu Jaga Peradaban

Menurut Hodri, hubungan guru dan murid yang menjadi karakter utama pesantren perlu terus diperkuat agar proses pendidikan tetap berlandaskan nilai spiritual, keteladanan, dan pembinaan akhlak.

RMI berharap hasil Muktamar nantinya tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan kebijakan strategis yang mampu memperkuat posisi pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang.