kingsheadwye.com

Robert Kardinal: Tingkatkan pangan lokal tekan biaya distribusi ke Sorong - ANTARA News Papua Tengah

Sorong (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPR RI Robert Joppy Kardinal mendorong peningkatan produksi pangan lokal di Provinsi Papua Barat Daya guna menekan biaya distribusi dan harga pangan yang harus ditanggung masyarakat.

Robert mengatakan ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah menyebabkan harga komoditas di Papua Barat Daya relatif lebih tinggi karena adanya tambahan biaya transportasi, terutama angkutan laut.

"Kalau kita datangkan dari Makassar atau Pulau Jawa, ongkosnya sudah berapa. Biaya angkutan laut itu pada akhirnya masyarakat yang membayar," katanya di Sorong, Jumat.

Menurut dia, pemerintah perlu memperluas lahan pertanian, termasuk melalui program cetak sawah baru, agar produksi beras di Papua Barat Daya dapat meningkat dan memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

Ia menilai ketersediaan lahan di Papua Barat Daya menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

"Kita dukung pemerintah untuk cetak sawah baru supaya semakin banyak beras dihasilkan dari Provinsi Papua Barat Daya. Berarti beras pasti lebih murah," ujar dia.

Selain beras, Robert juga mendorong pengembangan komoditas pangan lainnya, termasuk telur ayam, dengan memperkuat kelompok tani dan peternak lokal.

Ia mengatakan harga telur di Sorong masih relatif tinggi dibandingkan daerah sentra produksi di Pulau Jawa. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi biaya pakan, bibit, dan distribusi yang harus didatangkan dari luar daerah.

"Kalau produksi telur kita semakin banyak, mungkin harganya bisa turun," katanya.

Robert juga mendorong pengembangan tanaman pangan yang sesuai dengan kondisi lahan di Papua Barat Daya, termasuk padi gogo atau padi ladang, sehingga kebutuhan beras masyarakat dapat semakin banyak dipenuhi dari produksi lokal.

Di sisi lain, ia meminta bantuan sarana dan prasarana pertanian yang diberikan pemerintah kepada kelompok tani dapat segera dimanfaatkan, terutama bantuan pompa air untuk menghadapi kondisi musim kering yang masih berlangsung.

"Ini saatnya mereka membutuhkan, terutama pompa air. Jangan ditunda tiga bulan baru dibagikan. Sekarang waktunya," katanya.

Robert menjelaskan kehadirannya di daerah pemilihan Papua Barat Daya juga dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan DPR RI terhadap program dan anggaran pemerintah, khususnya di sektor pertanian.

Ia mengatakan DPR tidak hanya membahas dan menyetujui anggaran, tetapi juga memastikan program pemerintah yang telah dianggarkan benar-benar sampai dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Kita datang untuk melihat, bantuan ini sampai atau tidak. Kelompok taninya ada, alat pertaniannya ada dan dimanfaatkan," ujar dia.

Ia berharap seluruh bantuan pemerintah dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat karena bersumber dari anggaran negara yang salah satunya berasal dari penerimaan pajak.

"Yang diberikan ini mungkin belum memenuhi semua kebutuhan, tetapi yang ada kita manfaatkan sebaik mungkin," katanya.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.