RSDSS Tanjung Selor catat 50 kasus gangguan pernapasan dalam sepekan
RSDSS Tanjung Selor catat 50 kasus gangguan pernapasan dalam sepekan
Selasa, 1 September 2026 15:48 WIB
Rumah Sakit Daerah dr. H. Soemarno Sostroatmodjo (RSDSS) Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. (ANTARA/Agus Salam)
Tanjung Selor (ANTARA) - Rumah Sakit Daerah dr. H. Soemarno Sostroatmodjo (RSDSS) Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat ada 50 kasus gangguan pernafasan dengan dugaan terkait kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam sepekan terakhir.
“Alhamdulillah, saat ini peningkatan kasus dampak kebakaran (karhutla) di RSDSS Tanjung Selor masih kecil,” ujar Direktur RSDSS Tanjung Selor dr. Widodo DS, Sp.JP., melalui pesan singkat, Selasa.
Dikatakannya, dalam satu pekan terakhir tercatat 50 kasus gangguan pernafasan dilaporkan dengan dugaan terkait kualitas udara yang memeriksakan di unit rawat jalan maupun Unit Gawat Darurat (UGD).
“Mayoritas pasien datang dengan gejala ringan sehingga penanganan diberikan secara rawat jalan dan tidak memerlukan perawatan intensif,” ungkapnya.
Dalam kondisi kualitas udara yang tidak sehat akibat karhutla ini, ia mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di ruang terbuka dan jika terpaksa keluar rumah, ia meminta agar mengenakan masker untuk mencegah inhalasi (terhirupnya) polutan asap kebakaran.
“Cukupi kebutuhan cairan dan makanan bergizi,” pesannya terutama untuk kelompok rentan, lansia, ibu hamil, penderita penyakit seperti jantung dan anak-anak serta penderita hipersensitif seperti asma alergi.
Terkait kesiapan RSDSS Tanjung Selor dalam menangani pasien dampak kabut asap karhutla, Kepala Bidang Pengembangan dan Hubungan Masyarakat RSDSS Tanjung Selor, dr. Heriyadi Suranta menjelaskan bahwa secara umum rumah sakit adalah fasilitas kesehatan (faskes) rujukan.
Karena itu, rumah sakit hanya menangani kasus-kasus penyakit yang tidak bisa ditangani oleh faskes primer (puskesmas maupun praktik dokter). Namun, pihaknya sepenuhnya siap menangani rujukan kasus penyakit dampak dari asap karhutla.
“Saat ini, RSDSS Tanjung Selor siap menangani kasus penyakit yang dirujuk akibat dampak asap,” ujar dr. Heriyadi Suranta melalui pesan singkat.
Ia menyarankan jika ada kasus non gawat darurat (gadar) agar ke faskes pertama dulu dan jika ada indikasi maka akan dirujuk ke rumah sakit.
“Untuk kasus-kasus non gadar, maka bisa ke faskes pertama dulu. Bila ada indikasi, maka akan dirujuk ke rumah sakit,” katanya.
Baca juga: Terdampak kabut asap karhutla, DPRD Kaltara tunda rapat paripurna
Baca juga: Jarak pandang di Kaltara 500-4.000 meter, kondisi terburuk malam hari
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.