kingsheadwye.com

Ruben Amorim akan Hadapi Manchester United Setelah Awal Sulit Bersama Milan |Republika Online

Pelatih AC Milan Ruben Amorim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ruben Amorim akan kembali berhadapan dengan Manchester United, klub yang pernah ditanganinya sebelum dipecat pada akhir 2025. Kali ini, Amorim menghadapi mantan klubnya sebagai pelatih AC Milan dalam kondisi yang belum ideal setelah tim Italia tersebut belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan pramusim.

AC Milan dijadwalkan menghadapi Manchester United di Wroclaw, Polandia, Sabtu (15/8/2026). Pertandingan tersebut menjadi laga pemanasan terakhir kedua tim sebelum memasuki musim kompetisi resmi.

Awal sulit Amorim bersama Milan

Amorim ditunjuk sebagai pelatih kepala Milan pada Juni 2026, sekitar enam bulan setelah meninggalkan Manchester United. Selama menangani klub Inggris tersebut, pelatih asal Portugal itu mencatat 24 kemenangan dari 63 pertandingan.

Kini, Amorim kembali mendapat sorotan setelah Milan belum mampu memenangkan pertandingan pramusim. Dari tiga laga yang telah dijalani, Milan mencatat dua hasil imbang dan satu kekalahan.

Milan bermain imbang melawan Celtic dan Inter Milan sebelum mengalami kekalahan 0-3 dari Chelsea dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Kekalahan tersebut mendapat perhatian dari media Italia. Il Corriere dello Sport bahkan menyoroti posisi Amorim dengan menyebutnya sebagai salah satu pelatih yang berpotensi kehilangan pekerjaannya lebih awal pada musim Serie A mendatang.

Tekanan tersebut membuat pertandingan melawan Manchester United memiliki arti lebih bagi Amorim. Selain menjadi persiapan terakhir sebelum musim resmi dimulai, laga tersebut juga mempertemukannya dengan klub yang pernah menjadi bagian penting dalam karier kepelatihannya.

Setelah kekalahan dari Chelsea, Amorim mengatakan Milan memang membutuhkan pertandingan dengan lawan berkualitas untuk menguji kesiapan skuad.

"Kami tahu kami akan sedikit kesulitan, tetapi kami ingin menguji para pemain kami dalam tantangan seperti ini," kata Amorim.

Menurut dia, laga melawan Chelsea memberikan pengalaman kepada para pemain Milan untuk menghadapi tekanan tinggi, permainan satu lawan satu, serta pressing dari tim dengan kualitas berbeda.