kingsheadwye.com

Rupiah Hari Ini Bertahan di Rp17.992 per Dolar AS, Bagaimana Pengaruh Kebijakan The Fed?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:03 WIB

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah kembali bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (21/10/2026). Setelah menguat pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya, mata uang Garuda kini bertahan di level yang sama di tengah perkembangan kebijakan Amerika Serikat (AS) dan ketidakpastian global.

Baca Juga

Berdasarkan data perdagangan, rupiah pada pembukaan Rabu pagi bergerak datar 0 poin atau 0,00 persen menjadi Rp17.992 per dolar AS. Posisi tersebut sama dengan penutupan perdagangan Selasa (20/10/2026), ketika rupiah berhasil menguat dari Rp18.046 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penguatan rupiah pada perdagangan sebelumnya dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan sanksi AS terhadap Rusia. Namun, pelaku pasar masih menghadapi sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Baca Juga

Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, menyatakan penguatan rupiah pada Selasa dipengaruhi pencabutan sanksi dan tarif AS terhadap Rusia. “Perintah eksekutif yang diterbitkan oleh Trump (Presiden AS Donald Trump) pada Jumat malam (16/10) mencabut sanksi dan tarif utama AS yang berkaitan dengan Rusia, termasuk bea atas barang-barang dari negara tersebut serta penalti bagi pihak yang membeli minyak dan gas Rusia,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Menurut laporan Anadolu, Trump menerbitkan perintah eksekutif terkait penerapan undang-undang baru mengenai sanksi terhadap Rusia, dengan mengecualikan tarif dan sejumlah sanksi dari penerapannya. Kebijakan tersebut sebelumnya mencakup kenaikan tarif barang-barang Rusia sebesar 500 persen.

Baca Juga

Perintah itu juga mengatur tarif tambahan sebesar 100 persen terhadap barang-barang dari lima negara pengimpor terbesar minyak dan gas Rusia apabila negara-negara tersebut melakukan pembelian baru pada atau setelah 18 Oktober. Ketentuan serupa berlaku bagi barang-barang dari lima negara yang dinilai paling berperan dalam memfasilitasi penghindaran sanksi terkait minyak Rusia.

Namun, Trump mengecualikan tarif tersebut dengan alasan kepentingan nasional AS dan telah menyampaikan sertifikasi resmi kepada Kongres. Pengecualian itu akan tetap berlaku sampai presiden atau menteri luar negeri AS memutuskan bahwa tindakan lebih lanjut diperlukan.

Halaman Selanjutnya

Di sisi lain, konflik di Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar karena berpotensi mengganggu pasokan energi global. Ibrahim menilai perkembangan konflik yang melibatkan Ansarullah Yaman dan Arab Saudi turut memengaruhi pergerakan rupiah.