kingsheadwye.com

Rupiah Tersungkur ke 18.156 per Dolar AS, Sentimen Ini Membayangi

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah melemah 21 poin ke level Rp 18.156 per dolar Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, rupiah sempat menguat 10 poin dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 18.135 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Indonesia Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan mata uang rupiah masih dibayangi ketidakpastian global, terutama perkembangan konflik di Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

"Mata uang rupiah ditutup melemah 21 poin sebelumnya sempat menguat 10 point di level Rp 18.156 dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.135," kata Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Sementara itu, sepanjang pekan ini, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp 17.900 hingga Rp 18.250 per dolar AS. Pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh perkembangan situasi geopolitik global, arah kebijakan moneter AS, serta kondisi ekonomi domestik yang turut menentukan persepsi investor terhadap aset berisiko di pasar negara berkembang.

Ketegangan Timur Tengah Bayangi Pergerakan Rupiah

Ibrahim mengungkapkan, salah satu faktor eksternal yang menjadi perhatian pasar adalah perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama ketegangan yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Upaya diplomatik yang melibatkan Iran, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan terus dilakukan untuk meredakan ketegangan regional.

Pejabat senior dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan dilaporkan bertemu dengan para pemimpin Iran di Teheran pada Senin untuk mendorong penurunan eskalasi konflik dan membuka peluang negosiasi.

Pembahasan tersebut mencakup kemungkinan perundingan antara AS dan Iran, gangguan pelayaran di Selat Hormuz, serta blokade Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

"Risiko terhadap pasokan tetap cukup besar. Konflik dengan Iran telah mengganggu pelayaran komersial melalui Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb, dua jalur penting bagi perdagangan energi global," ujarnya.