Sampang mulai salurkan bantuan air bersih ke desa terdampak kekeringan
Penyaluran bantuan sementara ini di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sreseh dan Kecamatan Karang Penang
Sampang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Jawa Timur mulai menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa terdampak kekeringan di wilayah itu.
"Penyaluran bantuan sementara ini di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sreseh dan Kecamatan Karang Penang," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Hozin di Sampang, Sabtu.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan air bersih di Kecamatan Sreseh dilakukan di Dusun Bujeen, Desa Palasah, sedangkan di Kecamatan Karang Penang Dusun Beduek, Desa Karang Penang Onjur.
"Penyaluran bantuan yang kami lakukan mulai Jumat (28/8) kemarin ini secara bertahap sesuai tingkat kebutuhan masyarakat di lapangan," katanya.
Baca juga: PMI NTB kirim truk tangki pasok air bersih untuk korban gempa NTT
Menurut Hozin, BPBD telah menyiapkan armada tangki air untuk mendistribusikan bantuan ke desa-desa yang masuk dalam daftar prioritas. Pelaksanaan distribusi juga dilakukan berdasarkan hasil asesmen petugas di lapangan agar bantuan tepat sasaran.
"Kami terus memantau perkembangan kondisi kekeringan dan siap menambah distribusi apabila kebutuhan masyarakat meningkat. Kami juga mengimbau pemerintah desa segera melapor jika ada wilayah lain yang mengalami krisis air bersih," ujarnya.
BPBD Sampang memastikan penyaluran air bersih akan terus berlanjut selama musim kemarau berlangsung, dengan harapan kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak dapat terpenuhi hingga kondisi kembali normal.
Sementara itu, menurut data BPBD Pemkab Sampang, jumlah desa yang rawan mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih pada musim kemarau kali ini sebanyak 78 desa, tersebar di 12 kecamatan dari total 14 kecamatan yang ada di wilayah itu.
Baca juga: Anggota DPR bantu sumur bor di desa terdampak kekeringan di Pamekasan
Pewarta: Abd Aziz
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.