Satgas MBG Blora lakukan evaluasi SPPG Sukorejo 2
Satgas MBG Blora lakukan evaluasi SPPG Sukorejo 2
Rabu, 9 September 2026 08:51 WIB
Para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai melakukan pengemasan menu makan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur MBG di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. ANTARA/Gunawan
Semarang (ANTARA) - Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Blora, Jawa Tengah melakukan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 menyusul adanya sejumlah temuan terhadap menu makanan yang didistribusikan dapur tersebut.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora Sri Setyorini di Blora, Rabu, mengatakan terdapat beberapa alasan yang menjadi dasar evaluasi terhadap SPPG tersebut.
Di antaranya, kata dia, keluhan dari SMA Negeri 1 Tunjungan yang siswanya mengalami diare dan sakit perut.
Temuan lain, menurut dia, berkaitan dengan kebersihan dalam pengelolaan makanan yang dilakukan SPPG Sukorejo 2.
SPPG Sukorejo 2 selama ini mendistribusikan MBG ke tiga titik sasaran, yakni SMA Negeri 1 Tunjungan, Pondok Pesantren Al Banjari dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT).
Ia menyebut dua kali peringatan telah dilayangkan kepada SPPG Sukorejo 2, kejadian terbaru di SMA Negeri 1 Tunjungan.
Ia menjelaskan perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap SPPG Sukorejo 2, terutama terkait kebersihan, pengolahan hingga distribusi makanan.
"Kami mengusulkan tutup. Kalau masalah tutup permanen itu dari pusat, dari Satgas tutup. Sudah tiga kali," katanya.
Ia menjelaskan Satgas MBG Kabupaten Blora akan menyampaikan rekomendasi penutupan kepada pemerintah pusat.
Ia menambahkan hasil evaluasi SPPG Sukorejo 2 akan disampaikan ke Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Baca juga: Kejari Blora tuntaskan penyisiran data SPPG untuk dilaporkan ke Kejati
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.