kingsheadwye.com

Satreskrim Polresta Bukittinggi ungkap kasus Curas bersenjata api

Bukittinggi (ANTARA) - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bukittinggi mengungkap kasus percobaan pencurian dengan kekerasan (Curas) dengan senjata api yang terjadi di Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.

Kasatreskrime Polresta Bukittinggi, AKP Wiko Satria Afdal, Selasa (20/10) mengatakan insiden itu melibatkan empat orang pria yang mengincar dua korban pemilik toko.

"Kejadian pada Senin (19/10) malam sekitar pukul 22.00 WIB bermula ketika pemilik toko hendak menutup tokonya. Secara tiba-tiba empat orang pria yang tidak dikenal datang dengan menggunakan dua unit kendaraan, yakni satu unit sepeda motor dan satu unit mobil," kata Kasatreskrim.

Ia mengatakan pelaku yang menggunakan sepeda motor berjumlah satu orang, sementara tiga orang lainnya datang menggunakan mobil.

"Saat korban hendak menutup toko, kendaraan para pelaku datang dan langsung mengancam korban serta menembakkan senjata api ke arah kaki korban, korban berupaya membela diri serta menyelamatkan diri," kata AKP Wiko.

Uang senilai Rp 90 juta yang dibawa oleh korban berhasil diamankan sehingga para pelaku gagal melaksanakan aksinya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tembak pada kaki serta luka di beberapa bagian tubuh.

"Meskipun demikian, saat ini korban sudah mulai dapat berinteraksi dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit," kata AKP Wiko.

Pihak kepolisian telah berhasil mengamankan satu orang yang diduga sebagai tersangka. Penangkapan ini berkat kerja sama yang baik antara pihak kepolisian dan masyarakat dalam mengamankan situasi.

"Kami saat ini masih terus melakukan pengembangan, pendalaman, serta penyelidikan lebih lanjut terkait tiga orang tersangka lainnya yang diduga terlibat," kata Wiko.

Ia memastikan jajaran kepolisian memburu para pelaku yang belum tertangkap untuk mengungkap tuntas tindak pidana yang juga terekam kamera pengintai (CCTV) dan viral di media sosial daerah setempat.

Menyikapi kejadian itu, AKP Wiko mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari dan saat hendak menutup tempat usaha.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pemilik toko dan pelaku usaha, agar selalu waspada serta memperhatikan keamanan lingkungan. Jangan lengah ketika beraktivitas, terutama saat membawa atau menyimpan uang tunai dalam jumlah besar,” katanya.