kingsheadwye.com

Satu korban banjir bandang Solok ditemukan meninggal satu masih hilang

Satu korban banjir bandang Solok ditemukan meninggal satu masih hilang

Rabu, 23 September 2026 01:17 WIB

Image Print

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan saat ditemui di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026) (ANTARA/Walda Marison)

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu korban banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, ditemukan meninggal dunia, sedangkan satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.30 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Berdasarkan pembaruan data hingga Selasa petang, satu dari dua warga yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dicari.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Selasa, mengatakan tim SAR melakukan pencarian terhadap dua orang yang dilaporkan hilang.

"Saat ini ada dua korban yang belum ditemukan," kata Berton berdasarkan data yang tersedia saat memberikan keterangan.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian di sejumlah titik, antara lain dengan menyusuri aliran sungai serta memeriksa tumpukan material lumpur yang terbawa banjir.

Berdasarkan data terbaru, bencana tersebut juga mengakibatkan satu warga mengalami luka berat dan tiga warga luka ringan.

Banjir bandang turut berdampak terhadap sekitar 100 rumah warga dan sejumlah bangunan pemerintahan di kawasan Arosuka.

Berton sebelumnya mengatakan sekitar 50 warga membutuhkan tempat pengungsian. Sementara itu, data BPBD Kabupaten Solok pada Selasa pagi mencatat sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa mengungsi di dua lokasi yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Perbedaan jumlah tersebut merupakan bagian dari perkembangan pendataan warga terdampak yang masih berlangsung.

BPBD Kabupaten Solok sebelumnya juga mencatat 11 kantor pemerintahan terdampak, serta 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan akibat banjir bandang.

Selain itu, banjir bandang menyebabkan akses jalan dan sejumlah fasilitas di sekitar kompleks pemerintahan Kabupaten Solok terdampak material lumpur dan kayu.

Tim gabungan masih melakukan pencarian korban, evakuasi, pembersihan material, serta pendataan dampak bencana.