Sebanyak 452 WBP Lapas Banyuwangi terima remisi, dua langsung bebas - ANTARA News Jawa Timur
Banyuwangi (ANTARA) - Sebanyak 452 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, Jawa Timur mendapatkan remisi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di mana dua di antaranya langsung bebas.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyampaikan, dari 452 orang warga binaan yang memperoleh pengurangan masa hukuman, sebanyak 443 WBP mendapat remisi umum satu (RU I) dan sembilan lainnya remisi umum dua (RU II).
"Semoga warga binaan yang telah bebas selanjutnya bisa menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat," kata Mujiono usai menyerahkan secara simbolis kepada WBP di Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Senin.
Dia menyampaikan bahwa warga binaan selama di dalam lapas telah dibekali berbagai keterampilan, di antaranya sektor pertanian, peternakan, perikanan, hortikultura, membatik, barbershop dan lainnya.
"Dengan begitu, semoga bekal keterampilan ini menjadikan warga binaan mandiri setelah kembali ke masyarakat," tutur Mujiono.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi Solichin menjelaskan bahwa setiap warga binaan menerima remisi yang berbeda, dengan rincian penerima remisi satu bulan sebanyak 95 orang, dua bulan 92 orang, tiga bulan 142 orang dan empat bulan 62 orang.
Kemudian, lanjut dia, penerima remisi lima bulan berjumlah 41 orang dan enam bulan sebanyak 11 orang, dengan dominasi kasus narkotika yang mencapai hampir 60 persen.
"Dari sembilan orang RU II, ada dua orang bebas langsung pada hari ini, dua orang menjalani subsidair, dan lima orang sudah bebas bersyarat," kata Solichin.
Remisi ini diberikan oleh negara karena para narapidana tersebut berkelakuan baik selama menjadi warga binaan pemasyarakatan di Lapas Banyuwangi.
"Ini diberikan kepada mereka yang sudah memenuhi syarat, utamanya narapidana yang berkelakuan baik minimal enam bulan," kata dia.
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.