kingsheadwye.com

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau meluas, 23 kecamatan di Serang terpapar hujan debu - ANTARA News Jawa Barat

Serang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Provinsi Banten, mencatat sebanyak 23 kecamatan di wilayahnya terdampak paparan abu vulkanik menyusul tingginya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat, melalui keterangannya di Serang, Senin, mengatakan sebaran abu vulkanik bersifat dinamis dan terus meluas mengikuti arah serta kecepatan angin.

Beberapa Kecamatan terdampak yakni Anyer, Cinangka, Paburan, Ciomas, Mancak, Baros, Padarincang, Petir, Cikeusal, Bandung, Kramatwatu, Puloampel, Cikande, Carenang, Kibin, Kragilan, Pamarayan, Tanara, Bojonegara, dan Tunjung Teja.

"Hingga Senin sore pukul 15.00 WIB, tercatat 23 kecamatan di Kabupaten Serang terdampak abu vulkanik, dengan penambahan wilayah terdampak baru di Kecamatan Gunungsari, Binuang, dan Tirtayasa," katanya.

Ajat menjelaskan berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), episode erupsi menerus yang berlangsung selama sekitar 25 jam memang telah berakhir, namun aktivitas gunung api tersebut masih menunjukkan erupsi ringan secara berkala dengan tingkat kegempaan yang tinggi.

Oleh karena itu, status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga dengan rekomendasi larangan beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah.

Terkait pergerakan material vulkanik, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kolom abu terpantau mencapai ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer. Sebaran abu pada lapisan rendah meluas ke arah barat daya hingga barat laut yang mencakup sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, serta perairan di sekitarnya.

Meskipun aktivitas vulkanik masih fluktuatif, Ajat memastikan bahwa kondisi perairan Selat Sunda masih terpantau aman tanpa adanya anomali muka air laut dari alat deteksi tsunami.

"Probabilitas tsunami di Selat Sunda berada pada kategori rendah di bawah 50 persen, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mempercayai informasi resmi dari pemerintah," ujar Ajat.

Sebagai langkah penanganan dan mitigasi di lapangan, tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Serang terus melakukan pemantauan sekaligus membagikan masker kepada masyarakat di wilayah terdampak. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang juga telah memasang alat deteksi dan pemantauan debu vulkanik di Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka.

Pihaknya mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah dampak turunan dari hujan abu tersebut, seperti gangguan pernapasan, iritasi mata, penurunan jarak pandang, hingga kondisi jalanan yang menjadi licin. Perlindungan ekstra juga harus diberikan kepada kelompok rentan yang meliputi anak-anak, warga lanjut usia, serta penderita penyakit penyerta agar tidak terpapar abu secara langsung.

"Kami meminta masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah saat intensitas abu meningkat dan wajib menggunakan masker serta pelindung mata jika terpaksa keluar. Pastikan juga pintu, jendela, serta ventilasi rumah tertutup rapat agar abu tidak masuk ke dalam ruangan," ucap Ajat.

Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.